SANGGAU – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Sanggau bertindak sebagai pembina upacara bendera dengan tema Etika Digital dan Jejak Digital di Kalangan Remaja di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Sanggau, Senin (26/1/2026).

Kegiatan yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan staf sekolah tersebut berlangsung khidmat di halaman MAN 1 Sanggau. Upacara ini menjadi momen edukatif bagi para pelajar untuk lebih memahami pentingnya bersikap bijak dalam menggunakan teknologi digital, khususnya media sosial.
Dalam amanatnya, Kadis Kominfo Sanggau menekankan bahwa remaja saat ini merupakan generasi yang tumbuh di era digital, di mana hampir setiap aktivitas memiliki keterkaitan erat dengan internet dan gawai.
“Setiap unggahan, komentar, foto, maupun video yang kalian bagikan di internet akan meninggalkan jejak digital. Jejak ini bisa bertahan sangat lama, bahkan ketika kita sudah melupakannya,” ujarnya di hadapan peserta upacara.
Ia menjelaskan bahwa etika digital tidak hanya soal sopan santun saat berkomunikasi di dunia maya, tetapi juga tentang tanggung jawab, empati, serta kemampuan memilah informasi. Remaja diingatkan untuk tidak mudah terprovokasi oleh berita bohong (hoaks),ujaran kebencian, maupun konten negatif lainnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya pembatasan penggunaan gawai di kalangan pelajar. Menurutnya, penggunaan gadget yang berlebihan dapat berdampak pada kesehatan, konsentrasi belajar, serta kehidupan sosial remaja.
“Gunakan gadget secara bijak. Idealnya, penggunaan untuk hiburan dibatasi maksimal dua jam per hari. Selebihnya, manfaatkan waktu untuk belajar, berolahraga, dan berinteraksi langsung dengan keluarga serta teman,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Kadis Kominfo juga menyoroti maraknya praktik judi online (judol) yang mulai menyasar kalangan remaja. Ia menegaskan bahwa judi online bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga dapat merusak masa depan generasi muda.
“Judi online sering dikemas seperti permainan biasa, padahal dampaknya sangat berbahaya. Banyak yang akhirnya kecanduan, mengalami kerugian finansial, bahkan terjerat masalah hukum. Jangan sampai masa depan kalian hancur hanya karena tergiur iming-iming keuntungan instan,” tegasnya.
Ia mengajak para siswa untuk berani menolak ajakan bermain judi online serta melaporkan kepada guru atau orang tua jika menemukan praktik tersebut di lingkungan pergaulan mereka.
Pihak sekolah menyambut baik kehadiran Kadis Kominfo Sanggau sebagai pembina upacara. Kepala MAN 1 Sanggau menyampaikan bahwa edukasi mengenai literasi digital sangat relevan dengan kehidupan pelajar saat ini.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga cerdas dan beretika dalam dunia digital,” ungkapnya.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama antara pemerintah daerah dan institusi pendidikan dalam membangun kesadaran literasi digital serta membentuk karakter generasi muda yang bijak, bertanggung jawab, dan berintegritas di ruang digital.






