Pernah Diragukan Bisa Jadi Bupati, Ini Cerita Paolus Hadi Bagikan Pengalamannya

  • “Menjadi seorang pemimpin itu apakah harus dipersiapkan? Atau sudah ada sejak lahir? Atau bakat? Ataupun potensi yang harus diasah untuk menjadi seorang pemimpin?” tanya Bupati Sanggau Paolus Hadi.

Hal tersebut disampaikannya sebagai pancingan untuk memulai pembahasannya saat menjadi pemateri pada kegiatan Latihan Kepemimpinan Kader, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Pontianak Santo Thomas More Perioder 2020 – 2021, di Wisma Santo Fransiskus Tirtaria, Sabtu sore (6/11/2021).

Meskipun pernah diragukan bisa berhasil jadi pemimpin Sanggau, dirinya malah menyebutkan kiat sukses untuk menjadi seorang pemimpin itu diantaranya adalah harus percaya diri.

“Dulunya, ada yang tidak yakin kalau saya bisa jadi Bupati. Karena masa sekolah biasa – biasa saja, tidak menonjol, tidak pernah rangking kelas,” kenangnya.

Ada pepatah mengatakan, ‘jika mau sukses belajarlah dari orang sukses’. Namun, ayah dari empat anak ini mengingatkan, tidak semua pemimpin bisa menggunakan teori yang sama, karena setiap orang memiliki pengalaman yang berbeda-beda.

“Saya tidak bicara banyak soal teori teknis, karena teori kepemimpinan itu sangat banyak, kalian pelajari dari mana saja. Dan teori saja tidak cukup, kalian harus mempraktekannya,” kata Paolus Hadi kepada peserta LKK PMKRI tersebut.

Pria yang akrab disapa PH ini menambahkan, seorang pemimpin dimulai dari menghargai hal – hal yang sederhana hingga hal – hal yang besar dan memulainya dari diri sendiri.

“Kalau mau jadi seorang pemimpin itu, ya harus yakin. Jangan dulu dengan hal – hal yang besar, minimal bisa menjadi pemimpin untuk diri sendiri. Kalau kita bisa mengendalikan diri untuk mengatur hidup dan langkah-langkah kita dengan baik, itulah bibit sebagai calon seorang pemimpin,” ujar Bupati Sanggau dua periode ini.

Singgung soal kenakalan remaja, pemimpin yang dekat juga dengan generasi muda ini juga menyebutkan bahwa, sebuah kenakalan merupakan sesuatu yang harus dikelola untuk pengembangan diri. Apa lagi kondisi kehidupan nyata semakin berkembang, yang menuntut seseorang harus menyesuaikan diri dan berinovasi.

“Ini yang mau saya sampaikan kepada kalian bahwa sebenarnya fleksibiltas itu menentukan. Kalau soal kenakalan saat ini, itu beda dengan yang saya maksud itu kalau kita bicara bagaimana kalian menata, membimbing diri kalian. Disitulah dibutuhkan kemampuan menganalisa dan menghadapi situasi yang berbeda-beda,” jelas PH.

Bupati Sanggau dua periode ini juga menyebutkan, punya relasi merupakan faktor lain yang mendukung kesuksesan seorang pemimpin.

“Jangan eksklusif. Mitra kalian bukan hanya PMKRI,” katanya singkat.

Di sisi lain, alumni Fisip Untan ini menyebutkan permasalahan yang banyak dialami sebagian calon pemimpin selain soal self confident (percaya diri) adalah soal ketidakpahaman seseorang dengan apa yang harus dilakukan dan dipersiapkan untuk mencapai keinginan.

Ia menyebutkan bahwa, orang yang tidak punya kemampuan cenderung lebih memilih menyalahkan orang lain untuk menutupi kekurangannya, dari pada mencari solusi.

“Banyak dari kita yang tidak menguasai banyak hal, itu yang membuat kita tidak percaya diri. Lemah koordinasi, lemah komunikasi, minder dalam pergaulan. Kesimpulannya, kalian harus banyak belajar dan lakukan, karena kalian pemimpin selanjutnya, ” ujarnya.

Penulis : Christ TCG
Rilis : Yosafat

638 425 Yosafat
Kata pencarian