
SANGGAU – Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena, S.Sos., M.H menghadiri sekaligus membuka Perayaan Imlek 2577 Gongzili dan Cap Go Meh 2026 di Kabupaten Sanggau. Bertempat di Pekong Tri Dharma Sanggau, Selasa (3/3/2026).
Hadir dalam kesempatan tersebut Anggota DPR RI Komisi IV, Paolus Hadi, S.IP., M.Si, Frokopimda, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sanggau, Drs. Alipius, M.Si, Forkopimcam, Ormas, Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama.

Dalam Kesempatan tersebut Anggota DPR RI Komisi IV, Paolus Hadi mengucapkan selamat merayakan Imlek dan Cap Go Meh Tahun 2026 kepada seluruh masyarakat Tionghoa di Kabupaten Sanggau. Ia berharap momentum perayaan ini semakin mempererat persatuan dan kebersamaan.
“Saya berpesan agar masyarakat Tionghoa tetap bersatu, kuat, dan kokoh bersama dalam mengekspresikan adat dan budayanya,” pesan Anggota DPR RI Komisi IV, Paolus Hadi.
“Perayaan Imlek dan Cap Go Meh ini tidak hanya menjadi ajang pelestarian tradisi dan budaya, tetapi juga menjadi simbol kerukunan serta kebersamaan antar umat beragama dan antar suku di Kabupaten Sanggau,” sambungnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil bupati Sanggau, Susana Herpena menyampaikan perayaan Imlek dan Cap Go Meh merupakan bagian penting dari kekayaan budaya bangsa kita. Nilai-nilai yang terkandung di dalamnya seperti penghormatan kepada leluhur, ketulusan, kerja keras, dan kerukunan keluarga adalah nilai universal yang telah lama hidup di tengah masyarakat.
“Perayaan Imlek dan Cap Go Meh bukan sekedar sebuah tradisi yang penuh sukacita, tetapi juga simbol kebersamaan, harapan, dan semangat baru dalam menatap masa depan,” ucap Wakil Bupati Sanggau, Susana Herpena.
Tahun Kuda Api, lanjut disampaikan Wabup Sanggau, melambangkan keberanian, energi positif, kreativitas, dan kemajuan yang dinamis, semangat ini sejalan dengan komitmen kita untuk mewujudkan visi Kabupaten Sanggau yaitu Sanggau maju, berkelanjutan dan berkeadilan.
“Perayaan Cap Go Meh juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat harmoni dalam keberagaman. Seperti lampion-lampion yang berbeda warna namun tetap indah saat bersinar bersama, demikian pula masyarakat Kabupaten Sanggau yang memiliki beragam suku, adat, budaya tetap dapat hidup rukun dalam satu kesatuan. Kerukunan dan kebersamaan inilah yang menjadi fondasi utama dalam menciptakan kehidupan yang damai dan sejahtera,” pungkasnya.






