Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026, Pewarsa (Persatuan Wartawan Sanggau) dan Aliansi Jurnalis Sanggau (AJS) menggelar kegiatan kampanye anti hoaks yang berlangsung di SMAN 3 Sanggau, Jumat (13/2).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Sanggau. Dalam sambutannya, Wakil Bupati mengapresiasi inisiatif edukasi literasi digital kepada pelajar sebagai generasi muda yang aktif menggunakan media sosial.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten SanggauJoni Irwanto, hadir sebagai pemateri utama dalam kegiatan tersebut. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya bijak dalam menggunakan teknologi dan memanfaatkan media sosial secara positif.

Menurut beliau, perkembangan teknologi yang begitu pesat, termasuk kecerdasan buatan (AI),harus disikapi dengan bijaksana. Ia mengingatkan para siswa agar tidak sepenuhnya bergantung pada teknologi dalam kehidupan sehari-hari.
“Teknologi itu alat bantu, bukan pengganti cara berpikir. Kalau terlalu bergantung, justru tidak mengasah kemampuan otak dan nalar kita,” tegasnya.
Kadis juga menyoroti bahwa penyebaran hoaks paling sering terjadi melalui media sosial. Informasi yang tidak diverifikasi dengan baik dapat dengan cepat menyebar dan menimbulkan dampak negatif di masyarakat.
Karena itu, Kadis Kominfo mengajak para pelajar untuk lebih selektif dalam memilah informasi, khususnya berita online. Salah satu caranya adalah dengan memastikan sumber berita berasal dari media yang terpercaya dan kredibel.
beliau mencontohkan, masyarakat dapat mengakses informasi dari wartawan yang tergabung dalam organisasi profesi seperti Pewarsa dan AJS, yang menjunjung tinggi kode etik jurnalistik dalam setiap pemberitaan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelajar SMAN 3 Sanggau dapat menjadi generasi digital yang cerdas, kritis, dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu kebenarannya. Kampanye anti hoaks ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menciptakan ruang digital yang sehat dan bertanggung jawab di Kabupaten Sanggau.






