//DISKOMINFO-SGU//

SANGGAU – Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) resmi dilounching oleh Bupati Sanggau Paolus Hadi, S.IP, M.Si. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Sosial, Pemberdayan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsosp3akb) Kabupaten Sanggau, bertempat di Warung Putri Berkah (Warung Gina) Jalan Riam II, Kelurahan Bunut, Kecamatan Kapuas, Rabu (30/10/2019).

Hadir pada kesempatan tersebut Dandim 1204/Sanggau Letkol.Inf.Gede Setiawan, Kapolres Sanggau dalam hal ini diwakili Kapolsek Kapuas Sri Mulyono, Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kalbar Bubun Subroto, Kepala Dinas Sosp3akb Kabupaten Sanggau Drs.Aloysius Yanto, M.Si, Kepala OPD Kabupaten Sanggau, Kepala Bank BRI Cabang Sanggau Defrizal, Kepala Bank Kalbar, BUMN, BUMD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama, Para Camat, Para Kades dan Lurah se-Kabupaten Sanggau, serta masyarakat selaku penerima manfaat.

Pada kesempatan tersebut Kadis Sosp3akb, Aloysius Yanto menyampaikan bahwa Kabupaten Sanggau adalah Kabupaten Sanggau yang berada pada wilayah Timur Kalimantan Barat yang secara perdana melaksanakan lounching penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Adapun sasaran penerima BPNT adalah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bantuan sosial beras sejahtera yang telah ditetapkan dalam keputusan Mensos RI. Adapun jumlah kuota KPM-BPNT Kabupaten Sanggau sebanyak 10.645 KPM dan setiap bulannya sejak perluasan September 2019 setiap KPM akan menerima bansos dalam bentuk transaksi elektronik belanja bahan kebutuhan pangan yakni berupa beras dan telur pada 29 E-Warong yang telah ditunjuk senilai Rp.110.000 per KPM dan per bulan dan sistem penyalurannya melalui BRI Kantor Cabang Sanggau,” jelas Kadis Sosp3akb Sanggau Aloysius Yanto.

Secara total anggaran lanjut dikatakan Kadis Sosp3akb, Aloysius Yanto mengatakan jumlah dana program BPNT cukup lumayan besar, sehingga diharapkan dukungan pengawasan dan kerjasama semua pihak, untuk turut berkontribusi positif kearah terwujudnya keberhasilan program penanganan kemiskinan Kabupaten Sanggau secara umumya.

“Hingga saat ini tim koordinasi bansos pangan Kabupaten Sanggau melalui Dinsosp3akb Kabupaten Sanggu, BRI Cabang Sanggau dan Kansilog telah melakukan proses validasi dan verifikasi data KPM-BPNT, penyiapan infrastruktur dari 29 e-Warong, sosialisasi kepada pengelola e-Warong dan sedang dalam proses penyaluran Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) bagi penerima BPNT di setiap kecamatan,” ujarnya.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kalbar Bubun Subroto menyampaikan bahwa pemerintah telah menetapkan program BPNT ini merupakan penyempurnaan dari program sebelumnya yaitu raskin dan rastra.

“Ada beberapa penyempurnaan dalam BPNT ini, yaitu yang pertama bahwa komoditas berasnya lebih berkualitas; kedua, titik distribusi yang sebelumnya ditempatkan di kelurahan atau dusun, akan tetapi sekarang di agen atau e-Warong; ketiga, penggantian kartu non tunai yaitu Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) dan keempat pemberdayaan ekonomi, jadi masyarakat diharapkan dapat membuka usaha/toko sebagai agen BRI untuk mengembangkan usahanya,” jelas Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kalbar Bubun Subroto.

Bubun Subroto juga mengatakan bahwa pemerintah sudah menyempurnakan program ini. Kemudian kenapa ada beras, karena beras merupakan bahan pokok bagi masyarakat Indonesia.

“Perum Bulog sejak awal kita menjaga ketersediaan stok beras dan juga menjaga stabilisasi harga. Jadi harga ditetapkan sama dengan swasta yaitu pembelian dan penjualan ditetapkan dari pemerintah. Perlu diketahui untuk Kalimantan Barat, Kabupaten Sanggau merupakan lounching yang kedua sesudah Kabupaten Kuburaya yang melounching Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ini. Artinya, Pemerintah Kabupaten Sanggau sangat mensupport program dari Pemerintah Pusat,” katanya.

Lebih lanjut, Kepala Bank BRI Cabang Sanggau Defrizal menyampaikan kita hadir disini dalam rangka menyalurkan bantuan pemerintah berupa BPNT.

“Karena sifatnya non tunai, nanti para penerima bantuan akan menerima berupa barang seperti beras dan telur. Sebagai bentuk persiapan kami dari Bank BRI Cabang Sanggau yang ditunjuk untuk Kabupaten Sanggau, kami sudah menyiapkan tenaga khusus untuk menjaga kelancaran program ini dan kami sudah menyiapkan pra sarananya, diantaranya sembilan unit kerja yang membantu para penerima bantuan dalam hal menerima berupa barang, jadi ada di cabang Sanggau, Tayan Hilir, Balai Karangan, Batang Tarang, Meliau dan beberapa unit kerja BRI lainnya. Untuk kecamatan terdekat bisa langsung melakukan penerima bantuan melalui 29 e-Warong yang sudah kami sebar di beberapa kecamatan,” jelas Kepala Bank BRI Cabang Sanggau Defrizal.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Sanggau Paolus Hadi menyampaikan kita hadir pada kegiatan lounching BPNT disini merupakan salahsatu contoh tempat e-Warongnya.

“Tadi disampaikan ada 29 e-Warong yang sudah disiapkan diseluruh kecamatan dengan syarat tempat yang sudah ada internet atau sinyal. Bagi penerima manfaat yaitu Bapak-bapak dan Ibu-ibu, kita tidak bisa menghindar dan kita harus bisa menggunakannya,” kata PH sapaan akrab Bupati Sanggau.

Lanjut dikatakan Bupati Paolus Hadi bahwa Kabupaten Sanggau sudah tidak disebut Kabupaten tertinggal.

“Kenapa Kabupaten Sanggau sudah tidak disebut Kabupaten tertinggal?, Kabupaten tertinggal di Kalbar ini hanya tinggal delapan dan Kabupaten Sanggau sudah tidak tertinggal, karena kita sudah 58 persen internet diwilayah Sanggau. Kabupaten Sanggau juga bukan Kabupaten tergolong miskin lagi dan Kabupaten Sanggau merupakan paling tinggi se-Kalbar yang angka kemiskinannya rendah,” jelasnya.

BPNT ini sudah penyederhanaan, jadi diharapkan yang memiliki kartu dan hak atas ini mereka betul-betul terlayani dengan maksimal dan lebih mudah salahsatunya dalam hal pembiayaan.

“Saya sudah katakan dengan adanya penyempurnaan ini tentu penerima manfaat yang akan lebih merasakan manfaatnya terhadap bantuan ini. Tentu tujuan pemerintah yang dilakukan adalah bagaimana orang-orang kita yang belum mampu ini mereka terbantu dengan beras dan juga telur. Semoga ini digunakan dengan baik oleh masyarakat Sanggau dan kepada yang melayani di e-Warong saya minta kejujuran, karena ini merupakan sebuah sistem yang hanya bisa dikuasai belum tentu untuk semua orang, apalagi penerima manfaat dan yang terpenting mereka tahu kalau struk mereka sudah ada maka transaksi sudah jalan,” tuturnya.

Penyerahan secara simbolis oleh Bupati Sanggau berupa beras dan telur kepada masyarakat penerima manfaat.

Penyerahan secara simbolis oleh Bupati Sanggau berupa  Kartu Keluarga Sehat (KKS) kepada masyarakat penerima manfaat.

Penulis         : Alfian