KAPOLRES SANGGAU PIMPIN APEL GELAR PASUKAN OPERASI BINA KARUNA KAPUAS 2019

//IZAR DISKOMINFO-SGU//

SANGGAU, Dilaksanakannya Apel Gelar Pasukan Operasi Bina Karuna Kapuas Sanggau dalam rangka Pencegahan Karhutla di Kalimantan Barat. Apel tersebut di pimpin langsung oleh Kapolres Kab. Sanggau AKBP Imam Riyadi, S.Ik, MH, yang diikuti oleh Bupati Sanggau yang diwakili oleh Pj. Sekda Kab. Sanggau Ir. Kukuh Triyatmaka, MM, Dandim 1204 Sanggau Letkol Inf. Gede Setiawan, Kajari Sanggau Tengku Firdaus, SH, MH., Para Camat se-Kab. Sanggau, Kades se-Kab. Sanggau, para tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, Forum komunikasi Pemadam Kebakaran.

Apel gelar pasukan operasi Bina Karuna Kapuas 2019 ini merupakan sebuah gerak Kab. Sanggau untuk melakukan pencegahan terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang sering terjadi di Kalimantan Barat khususnya Kab. Sanggau. Seperti yang kita ketahui Kalimantan Barat merupakan salah satu provinsi yang rawan terjadi kebakaran hutan, kebun dan lahan. Kita mengetahui bahwa Kalbar memiliki kondisi geografis yang sangat luas sehingga dapat menimbulkan dampak yang besar, munculnya kabut asap. Di tahun 2015 merupakan fenomena terjadinya kebakaran hutan terbesar Kalbar selama 5 tahun terakhir. Data menyebutkan seluas 2,6 juta hektar lahan di Kalbar terbakar dan sekitar 504.000 orang terutama anak-anak terkena ispa.

Dalam amanat, Kapolres Sanggau membacakan amanat Kapolda Kalbar yang mana pada waktu bersamaan Apel Gelar Pasukan juga dilakukan di Kab. Kubu Raya, karena berdasarkan data Kab. Kubu Raya merupakan salah satu penyumbang asap terbesar di Kalbar.

“Ini tentunya perlu menjadi perhatian kita Bersama baik pemerintah, swasta dan msyarakat dalam mengantisipasi dan menanggulangi terjadinya Karhutla di tahun 2019. Saya mengajak kepada seluruh peserta gelar pasukan dan semua segenap elemen masyarakat bersinergi, Bersatu padu bahu membahu untuk memberikan solusi bagi permasalahan Karhutla di provinsi Kalimantan Barat yang kita cintai ini. Laksanakan patrol terpadu TNI, Polri, Manggala Agni dan Masyarakat peduli api serta mapping desa-desa berotensi terjadinya karhutla. Kepada anggota yang terlibat Operasi Bina Karuna Kapuas 2019 agar melaksanakan operasi tersebut dengan ikhlas dan penuh rasa tanggung jawab serta dapat bekerja sama dengan komponen lainnya termasuk masyarakat sehingga tujuan operasi ini mewujudkan Kalbar yang bebas dari asap dappat berjalan dengan lancar dan aman.” Sampainya.

Dalam kesempatan tersebut Bupati Sanggau melalui Pj. Sekda Sanggau berkenan memberikan arahan kepada para anggota gabungan yang terlibat dalam Operasi Bina karuna Kapuas 2019.

“Saya ucapkan selamat datang kepada Satgas gabungan dari provinsi, selamat bertugas, bekerja sama bagaimana upaya kita untuk menurunkan tingkat hot spot kita terutama di Kab. Sanggau ini. Kami Pemkab Sanggau sangat mendukung program ini yang mana untuk kepentingan Kab. Sanggau, Kalbar dan Indonesia tentunya. Sepertinya kita ketahui berdasarkan data dari Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tahun 2018 bahwa Kab. Sanggau merupakan salah satu dari 4 Kabupaten dengan sebaran hot spot tertinggi di Kalimantan Barat. Kab. Kubu Raya sebanyak 132 hot spot, Kab. Sintang sebanyak 262 hot spot, Kab. Sanggau sebanyak 188 hot spot, sedangkan yang terbanyak pada tahun 2018 adalah Kab. Ketapang sebanyak 295 hotspot.” Ujarnya

Usai pelaksanaan Apel dilanjutkan dengan kegiatan tambahan yaitu simulasi pemadaman karhutla.

Penulis: Izar