PANEN PADI DAN LAUNCHING EKSPOR BERAS KE MALAYSIA



//KARDI-DISKOMINFO.SGU//
SANGGAU, Menteri Pertanian dan Bupati Sanggau Launching Ekspor Beras dan Panen Padi Jarwo Super di Desa Tunggal Bhakti Kecamatan Kembayan pada jumat (20/10) disambut gembira oleh masyarakat petani.
Bupati Sanggau Paolus Hadi, S.IP, M.Si. ketika usai panen padi bersama mengucapkan selamat datang kepada bapak menteri pertanian Republik Indonesia di Kabupaten Sanggau khususnya di desa tunggal bhakti kecamatan kembayan.
pada kesempatan tersebut Bupati Sanggau menjelaskan kepada masyarakat yang hadir bahwa agenda sebelumnya pak presiden Republik Indonesia pak Ir. Joko Widodo bersama bapak menteri pertanian yang akan datang melakukan kunjungan dalam rangka panen perdana padi dan launching kawasan lumbung pangan wilayah perbatasan serta ekspor beras ke Malaysia, karena presiden ada tamu Kenegaraan maka beliau tidak bisa datang namun dengan kehadiran pak menteri pertanian Republik Indonesia sekaligus mewakili bapak presiden tidak mengurangi makna yang ada, dalam hal ini kita harus berbangga dan menyambut baik terhadap program kerja serta bantuan presiden bersama kementerian pertanian Republik Indonesia guna mendorong masyarakat petani atau kelompok tani supaya giat bertani agar masyarakat petani makmur dan sejahtera.
Selanjutnya Bupati Sanggau, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kabupaten sanggau merupakan daerah potensial yang akan menjadi lumbung pangan kawasan perbatasan, strategi yang dibangun yaitu membagi dua lokasi yang terdiri dari lokasi prioritas satu dan lokasi penyangga. Lokasi prioritas satu mencakupi kecamatan entikong dan kecamatan sekayam, sedangkan kawasan penyangga terdiri dari kecamatan kembayan, beduai, noyan, jangkang dan bonti. Dimana kecamatan kembayan akan dijadikan wilayah pengembangan padi, sedangkan kecamatan sekayam sebagai wilayah pengembangan jagung dan lima kecamatan lainnya sebagai pendukung.
Bupati menambahkan bahwa kalau dilihat dari daya yang ada, maka pengembangan komoditas padi di kabupaten sanggau masih sangat terbuka, sehingga layak untuk menjadi lumbung pangan kawasan perbatasan. Hal ini dibuktikan dari produksi padi dari tahun ke tahun mengalami peningkatan yang sangat berarti, dimana pada tahun 2015 sebesar 133.822 ton meningkat pada tahun 2016 menjadi 182.837 ton, apabila di konversi menjadi beras untuk konsumsi penduduk, Kabupaten sanggau mengalami surplus sebesar 58.562 ton. Berikut selain itu pula, Kabupaten sanggau pernah mendapatkan penghargaan “pin emas” dari bapak menteri pertanian Republik Indonesia yang diserahkan di kabupaten Subang Provinsi Jawa Barat tahun 2015 lalu.
Kemudian Perlu kita ketahui bahwa areal sawah di desa tunggal bhakti kecamatan kembayan ini merupakan bagian dari “merowi kompleks”. dimana potensi lahan sawah yang dapat digarap mencapai lebih kurang 1.200 Hektar. Namun dalam perkembangannya, pemanfaatan lahan dihadapkan kepada beberapa permasalahan yaitu antara lain : pertama perlu perbaikan saluran primer karena saat ini saluran tersebut mengalami sedimentasi yang cukup tinggi, kemudian beberapa saluran sekunder juga perlu diperbaiki, dalam hal ini mengangkut sarana irigasi bendungan merowi agar kedepan perlu dukungan dan bantuan oleh pemerintah pusat terutama kementerian pertanian RI, bendungan merowi letaknya di wilayah desa semayang lokasinya tidak jauh dari desa tunggal bhakti yang merupakan desa tetangga desa tunggal bhakti.
Berikut harapan kabupaten sanggau dapat menjadi kawasan lumbung pangan wilayah perbatasan yang berorientasi ekspor, ungkap Bupati Sanggau seraya mengakhiri kata sambutannya sekaligus menitipkan surat berdasarkan ungkap dan harapan masyarakat setempat kepada bapak Menteri yang ditujukan kepada Presiden RI.
Menteri Pertanian Republik Indonesia Dr. Ir. H. Amran Sulaiman, M.P, pada kesempatan tersebut menjelaskan terkait batalnya pak Presiden datang di desa tunggal bhakti menyampaikan bahwa Presiden Republik Indonesia kedatangan tamu Kenegaraan sehingga tidak bisa hadir, sehingga dirinya yang mewakili, lebih lanjut dikatakan meskipun pak presiden tidak datang namun program kerjanya dan bantuan untuk masyarakat kelompok tani dikawasan perbatasan khususnya dan Kabupaten Sanggau pada umumnya tetap jalan, terutama pada kesempatan tersebut dirinya berjanji akan membantu dua buah eksapator guna menangani kawasan bendungan merowi, selain itu juga dibantu mesin pompa air kepada kelompok tani dan dibantu juga bibit jagung sebanyak 15 ribu sekaligus pupuk pendukung lainnya. usai memberikan sambutan pak Menteri menyambangi secara spontan kepada dua orang petani desa tunggal bhakti dimana melalui pertanyaan-pertanyaan dan dialog dengan petani tersebut sehingga menteri berjanji dalam waktu dekat membantu masing-masing satu hentraktor utk kedua masyarakat petani tunggal bakti tersebut.
Launching Panen dan Ekspor Beras oleh Menteri Pertanian yang dihadiri Menteri pertanian Malaysia, Pangdam XII/Tpr Mayjen TNI Andika Perkasa, pejabat perwakilan Gubernur Kalbar, Kepala Badan Ketahanan Pangan RI, Danrem 121/Abw, Bupati Sanggau, Kepala Perangkat Pemprop Kalbar, para kepala SOPD dilingkungan pemerintah kabupaten sanggau, Jajaran Forkopimda kabupaten Sanggau, Forkopimcam dan Para Camat, Kades sekabupaten Sanggau, sejumlah Tokoh Masyarakat, Tokoh Adat, Tokoh Agama, para penyuluh dan petani Desa Tunggal Bhakti serta seluruh masyarakat Kembayan (kardi).