//DISKOMINFO-SGU//

Wakil Bupati Sanggau, Drs. Yohanes Ontot, M. Si membuka secara resmi kegiatan BURSA INOVASI DESA untuk cluster II Kabupaten Sanggau yang merupakan gabungan Kecamatan Kembayan, Jangkang, dan Bonti, hari Kamis tanggal (18 juli 2019) di pusatkan di Rumah Betang ROMIN BUNUO Desa Sebungkuh Kecamatan Kembayan.

Kegiatan yg mengusung tema “Komit, Tiru, Bersinergi, Mandiri ini dihadiri oleh pejabat dari Kemeterian Desa, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa Provinsi Kalbar. Perwakilan Bank Dunia, Camat se Kabupaten Sanggau, Kepala Desa, Kepala OPD Kabupaten Sanggau, Tokoh Masyarakat, dan BUMN/BUMD.

Dalan laporannya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sanggau sebagai Ketua Bursa Inovasi Desa (BID) Kabupaten Sanggau, SIRON, S. Sos, M. Si, antara lain menjelaskan bahwa tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk memperkenalkan inisiatif potensi desa, menjaring komitmen pemerintah desa dalam mengadopsi berbagai potensi dari desa lain, sekaligus membantu desa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
‌Sementara itu, ASEP AWALUDIN, perwakilan dari Kemenrerian Desa, menjelaskan bahwa pemerintah telah menggulirkan kegiatan Bursa Inovasi Desa (BID) sejak tahun 2017, dengan demikian diharapkan BID ini mampu memantik kreativitas desa dalam memanfaatkan dana desa, BID merupakan sebuah forum untuk pertukaran inisiatif desa dan menjadi informasi dan referensi dalam mendukung pembangunan desa. Sejak pertama digulirkan pada tahun 2017, BID wajib d laksanakan seluruh kabupaten di Indonesia. Namun mulai tahun 2019, BID dilaksanakan di kecamatan sehingga lebih dekat dengan desa.

‌Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa hingga 19 juli 2019 jumlah desa yang telah melaksanakan BID sebanyak 11.841, dan secara keseluruhan cukup memberikan dampak terhadap belanja desa dalam pengelolaan APBDes.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati Sanggau, Drs. Yohanes Ontot, M. Si menjelaskan bahwa BID harus dipahami secara jelas supaya bisa di ilaksanakan dengan baik, desa harus mampu menggali potensi-potensi desa sehingga menjadi sebuah program prioritas untuk dikembangkan dengan baik. BID harus menjadi ajang untuk tukar menukar pengalaman atau saling mengisi untuk mampu mengaplikasikan kebijakan pemerintah dalam pembangunan desa, terutama pengelolaan dana desa. Menurut beliau, dari waktu ke waktu pemerintah sudah memberikan perhatian terhadap desa, oleh karena itu setiap pemerintahan desa dapat melaksanakan dana desa baik yang bersumber dari pemerintah pusat maupun APBD, dan untuk optimalisasi, kondsi ini bila tidak di dampingi maka tidak akan ada hasil yang maksimal.

Disisi lain, pemerintah juga gencar membangun penerangan desa, contohnya untuk wilayah Kabupaten Sanggau, dari 163 desa yang ada tinggal 30 desa yg belum masuk listrik namun di dusunnya sudah ada, dan yang sama skali belum ada dari desa hingga ke dusun ada sekitar 23 desa.

Ahir dari sambutannya, Wakil Bupati Sanggau menyampaikan harapannya agar Camat dan Kades dapat bangkit kembali untuk dengan semangat membangun desanya dengan didukung oleh dinas teknis atau OPD dari kabupaten.


Setelah di buka oleh Wakil Bupati Sanggau, acara dilanjutkan dengan peninjauan bursa inovasi desa dan pameran oleh Wakil Bupati Sanggau dan rombongan yang ditandai dengan pengguntingan pita oleh Wakil Bupati Sanggau. Dalam peninjauan, Wakil Bupati dab perwakilan dari Kementerian Desa mendapat penjelasan dari pendamping desa tentang berbagai inovasi desa yang ditawarkan.