//DISKOMINFO-SGU//

SANGGAU – Sebagai wujud kepedulian terhadap keberagaman dan upaya melestarikan adat istiadat serta budaya yang ada di Kabupaten Sanggau, Polres Sanggau menggelar atraksi atau penampilan seni dan budaya tanah air. Acara yang digelar di halaman Mapolres Sanggau, Selasa (16/7) pagi itu merupakan puncak pesta rakyat memeriahkan HUT Bhayangkara ke-73.

Hadir dalam acara tersebut, Kapolres Sanggau AKBP. Imam Riyadi, S.IK, Bupati Sanggau Paolus Hadi,S.IP,M.SI, Dandim 1204/Sanggau Gede Setiawan, Kepala Kejaksaan Negeri Sanggau Tengku Firdaus, Kepala Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Sugiharto, Kepala Rutan klas IIB Sanggau, Isnawan, Kepala Imigrasi Sanggau Tjatur Soemardiyanto, Perwalilan BPN Sanggau, impinan OPD di lingkungan Pemkab Sanggau, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda yang ada di Kota Sanggau.

Kapolres Sanggau AKBP. Imam Riyadi S.IK menyampaikan bahwa puncak perayaan HUT Bhayangkara ke-73 yakni dengan menampilkan potensi budaya dan adat istiadat yang ada di Kabupaten Sanggau. Menurut Perwira dengan melati dua di pundaknya itu dikarenakan tugas Polri bersentuhan langsung dengan masyarakat yang meniliki beragam adat istiadat dan budaya.

“Setiap anggota Polri wajib memahami kondisi sosial, kondisi budaya dan kondisi ekonomi masyarakat setempat. Dan sebelum memberikan pelayanan, Anggota Polri itu harus memetakan potebsi yang ada, ini wajib hukumnya,” (Ujarnya)

Sementara itu, Bupati Sanggau dalam sambutannya menyampaikan rasa bahagianya bisa mengikuti pesta rakyat dalam rangka penutupan HUT Bhayangkara ke-73.

“Hari ini saya senang sekali mendengar pesta rakyat ini. Diisi dengan tampilan-tampilan budaya. Inilah khasnya Sanggau seperti yang sudah saya sampaikan, bahwa Sanggau menjadi salah satu nominasi dari 54 kabupaten/kota se-Indonesia, kita mendapat kesempatan menjadi 6 kabupaten/kota yang terseleksi untuk kota Budaya, yang menjadi menarik dari panitia Kemendikbud adalah bagaimana Sanggau bisa menjadi leader. Terutama pemerintah daerah untuk menggerakkan seluruh potensi budaya nusantara yang ada di Sanggau.”( Tegasnya).

“Itu menjadi pointnya, apalagi kita adalah daerah perbatasan. Bahkan pikiran mereka bahwa budaya-budaya nusantara ini sangat tepat diangkat Kabupaten Sanggau untuk menunjukkan ke negara tetangga bahwa ini adalah Indonesia kecil, yang betul-betul bukan hanya mendorong satu budaya. Hari ini saya lihat tampilan-tampilan dari berbagai etnis,” (Ujarnya)

Seperti diketahui, Pemkab Sanggau telah menetapkan kegiatan kebudayaan menjadi agenda rutin tahunan dan memfasilitasi rumah-rumah budaya serta mengalokasikan hibah untuk pagelaran kebudayaan berbagai etnis yang ada di Bumi Daranante, julukan Kabupaten Sanggau.

Diantaranya Dewan Adat Dayak (DAD) untuk Gawai Dayak, Keraton Suryanegara dan Majelis Adat Budaya Melayu (BABM) untuk Festival Paradje Pasaka Negeri, Majelis Adat Budaya Tionghoa (MABT) untuk Cap Go Meh, Keraton Pakunegara Tayan untuk Mandi Bedel dan Perang Ketupat. Kemudian, ada wayang kulit dan campursari, malam Badendang, budaya pasuruan dan titian muhibah.

“Baru saja kita menutup pesta Gawai Dayak. Dan nanti ada Pasundan di bulan Oktober, Satu Suro dan Paradje di bulan September. Madura belum. Kita nunggu semua, kalau Padang, Palembang, sudah kemarin,” tuturnya.