Bupati Sanggau: Juara Menjadi Harapan, Tetapi Yang di Inginkan Kedepan Bagaimana Orang Sanggau Suka Makan Ikan

//DISKOMINFO-SGU//

SANGGAU – Bupati Sanggau, Paolus Hadi, S.IP, M.Si serta didampingi Ketua TP-PKK Kabupaten Sanggau, Ny.Arita Apolina, S.Pd, M.Si sekaligus selaku Ketua Forikan Kabupaten Sanggau, menyambut baik kedatangan Tim Verifikasi Calon Penerima Penghargaan Gemarikan Tingkat Nasional Tahun 2019, bertempat di ruang rapat lantai II Dinas Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan Kabupaten Sanggau, Jumat (8/11/2019).

Turut hadir pada kesempatan tersebut Ketua Tim Verifikasi Calon Penerima Penghargaan Gemarikan Tingkat Nasional, Hartati, Sekretaris TP-PKK Pusat, Ida, Kabid Pengolahan Perikanan dari Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Kalbar, Jauhari, Kadis Ketahanan Pangan, Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perikanan (DKPTPHP) Kabupaten Sanggau, Ir.H.Jhon Hendri, M.Si, Kadis Perkebunan dan Perternakan (Disbunnak) Kabupaten Sanggau, H.Syafriansyah, SP, MM, Kadis Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop-UKM) Kabupaten Sanggau, Sy.Ibnu Marwan dan anggota Forikan Kabupaten Sanggau.

Bupati Sanggau, Paolus Hadi menyampaikan bahwa ternyata Sanggau oleh kita mengusulkan untuk dinilai itu ada tiga usulan, yakni; pertama,  berkenaan dengan UMKMnya yang bergerak untuk usaha ikan, makanan dan sebagainya; kedua, untuk petaninya, orang perorangnya dan ketiga lembaga forikannya.

“Nah, kita masuk pada nominasi yang lembaga, dinilai bahwa lembaga forikan kita ini cukup mumpuni. Sehingga mereka menunjuk dan didukung oleh provinsi yaitu Sanggau dari seluruh Kabupaten/Kota. Hari ini tim verifikasinya datang untuk melengkapi data, melihat dan mudah-mudahan kita dapat memperoleh nilai yang signifikan,” kata PH sapaan akrab Bupati Sanggau.

Walaupun kita ini, lanjut dikatakan PH Bupati Sanggau dua periode bahwa masih ada dua versi penilaian untuk konsumsi makan ikan Kabupaten Sanggau.

“Versi yang FAO yang dibuat biasanya itu adalah produksi dibagi dengan jumlah penduduk, tetapi dari kementerian mereka juga ada survey sendiri yang sistemnya berbeda yang dilakukan oleh BPS. Dia lebih detail sehingga cukup mengejutkan Sanggau ini untuk tahun 2015 konsumsi ikannya 25 kg perkapita, tetapi menurun ditahun 2017 menjadi 23 kg perkapita. Nah, ini yang saya sudah sampaikan dengan tim forikan kita, karena kita masih berkutat dengan data dimana ikan yang beredar di Kabupaten Sanggau ini dibagi dengan jumlah penduduk dan ditambah jumlah hasil produksi, termasuk masuknya ikan dari luar dan produksi alam kita tentu kita tinggi,” jelasnya.

Cuma mungkin, lanjut dikatakannya bahwa kitakan ada 15 kecamatan, kan ada daerah yang tidak rata contohnya Kecamatan Tayan mungkin konsumsi ikannya tinggi, karena memang produksi ikannya banyak dan Kecamatan Kapuas karena ibu kota. Tetapi bisa jadi di ibu kotanya, bagaimana dengan di kampung-kampungnya, nah ini yang diteliti lebih dalam, sehingga mungkin ditemulah angka rata-rata kita yang mengejutkan turun.

“Tapi paradoknya bahwa kita serius mengurus ikan, tetapi tadi dari tim verifikasi katakan tentu akan dinilai pada tanggal 17 November hingga 19 November ini, sejauhmana perubahan-perubahan. Kalau berbicara konsumsi ikankan bukan hanya soal produksi, bukan hanya persoalan yang akhirnya kita harus melihat orang mau makan ikan. Nah, ini penting menurut saya, bisa disampaikan melalui teman-teman wartawan menghimbau kepada masyarakat Sanggau karena ikan itu omega 3 nya tinggi, kita kan ada masalah soal Kalbar ini secara nasional kita masih gizinya termasuk akut. Nah, untuk itu tantangan kita, jangan udah akut lalu kronis lagi. Karena konsumsi ikan itu salah satu untuk menekan stunting, apalagi Presiden sekarang menggaungkan sumber daya manusia. Sedangkan sumber daya manusia ini sangat berkaitan erat dengan apa gizi yang kita makan, ikan ini seperti yang disampaikan ketua tim tadi juga harus menjadi perlu kerja kroyokan. Inilah yang menjadi gerakan bersama sekarang, jadi bagaimana orang Indonesia ini mau makan ikan,” ujarnya.

Bupati, Paolus Hadi mengatakan tentu juara menjadi harapan, karena memang kalau tidak salah saya ada tiga Provinsi yang berkaitan dengan lembaga forikannya, tetapi yang kita inginkan juga kedepan memang saya tertantang bagaimana orang Sanggau suka makan ikan, terutama anak-anak.

“Sehingga nanti pada tanggal 13 November akan ada lomba di Sanggau untuk chef-chef junior, jadi nanti kita akan lombakan anak-anak ini yang mana nanti mereka yang masak ikannya, ini tingkat Provinsi yang dilaksanakan di Sanggau, akan tetapi kita orang Sanggau saja dulu, yang di ikuti anak-anak dari kecamatan. Mengapa? Ini juga salahsatu bentuk kampanye supaya anak-anak ini mempromosikan dirinya ayo makan ikan,” tuturnya.

Penulis         : Alfian

Avatar

839 Publikasi

1040 780 Alfian Diskominfo
Kata pencarian