‌//DISKOMINFO – SGU//

SANGGAU – dilaksanakan Pendidikan dan Pelatihan Dasar (DIKLATSAR) Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) angkatan ke VI dalam rangka mencetak kader militan untuk menegakkan aqidah ahlussunah wal jama’ah an-nahdliyah untuk menjaga keutuhan NKRI”,  bertempat di pondok pesantrean Darul Hidayah Desa Suka Mulya Kecamatan Parindu, Jumat (6/9/2019) siang.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Kapolres Sanggau diwakili Kabag Ops, Kompol. Bermawis, Dandim 1204/Sgu diwakili Danramil Parindu, Kapten Hadi, Kepala Kesbangpolinmas Antonius, Pimpinan Forkompimcam Kecamatan Parindu (Camat, Kapolsek, Danramil), Kepala Kemenag Sanggau H. M. Taufik, Kepala Satpol PP, Viktor, Kadis perkebunan dan peternakan, H Syafriansyah, Ketua NU Sanggau, H. Toyib SA, Ketua GP Ansor Sanggau Hamka Surkati, Kasat Banser Sanggau Slamet Riyanto, NU beserta badan otonom, pengasuh pondok pesantren Darul Hidayah Ustazd Siswanto, Kepala Desa Suka Mulya Supriyanto, Satgas Pemuda Dayak Kabupaten Sanggau (PDKS) Kecamatan Parindu, Nurhana dan Leni, tokoh agama, tokoh masyarakat dan masyarakat setempat termasuk santri ponpes Darul Hidayah.

Kepala Desa Suka Mulya yang juga panitia pelaksana kegiatan, Supriyanto menyampaikan ucapan terimakasih atas kedatangan Bupati ke desa Suka Mulya. Dikatakannya, pemerintahan desa Suka Mulya menargetkan pada tahun 2020 akan menjadikan Desa Suka Mulya sebagai desa mandiri.
“Kami juga menunggu pengaspalan jalan dari Pemerintah Daerah dan pak Bupati sendiri yang sangat berkomitmen memperbaiki jalan di Desa kami ini,” kata Kades.

Kades berharap, GP Ansor Kabupaten Sanggau bisa terus membangun komunikasi dengan tokoh pemuda lintas etnis demi menjaga persatuan dan kesatuan di Kabupaten Sanggau.
“Kami tahu ansor tetap bersinergi, yang salah satunya dengan pemuda dayak untuk menjaga keamanan dan ini patut kita apresiasi,” ujarnya.

Ketua GP Ansor Hamka Sukarti dalam sambutannya menyampaikan pentingnya persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI.
“Alhamdullillah kita masih dipersatukan dalam kebhinekaan dan ini harus terus kita jaga,” pungkasnya.

Hamka juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada seluruh pengurus FPIP Kalbar yang telah peduli dengan kegiatan ormas keagamaan sehingga pelaksanaan kegiatan pelatihan diklatsar VI ini dapat lebih berjalan dengan baik.
“Terimakasih FPIP, Semoga kedepan kegiatan seperti dapat disuport dimasa yang akan datang untuk kemajuan dan keamanan bangsa dan negara,” ucap mantan komisioner KPU Sanggau itu.

Pada kesempatan itu, Hamka mengapresiasi kehadiran Pemuda Dayak Kabupaten Sanggau (PDKS) yang mengirim utusan untuk mengikut undangan Diklatsar VI Banser di Desa Suka Mulya ini.

Dihadapan sekitar 400 an tamu undangan yang menghadiri pembukaan Diklatsar Banser ini, Hamka menyampaikan tentang pembubaran HTI yang dilakukan pemerintah. Dikatakannya, Kementerian hukum dan HAM mencabut status badan hukum HTI. Surat keputusan pencabutan itu didasarkan pada pasal 80 A pada Perppu 2/2017. Surat satus badan hukum HTI yang dicabut bernomor registrasi  AHU-00282. 60.10.2014. Pencabutan SK tersebut merujuk pada penjelasan Perppu nomor 2 tahun 2017 disebutkan bahwa pencabutan badan hukum sama artinya dengan pembubaran ormas.
“Jadi, HTI sudah bubar dan saya sampaikan bahwa ormas ini bertentangan dengan idiologi negara,’ pungkasnya.

Kepala Kantor Kementerian Agama Sanggau, H. M. Taufik mengatakan kegiatan ini adalah salah satu pembinaan pemuda yang harus kita dukung.
“Kami dari Kemenag berterimakasih kepada ansor yang melakukan kegiatan ini. Saya berharap kepada instruktur atau pelatih tidak melakukan hal – hal yang melanggar HAM. Jangan sampai ada berita-berita yang tak enak setelah kegiatan ini,” pesannya. NU beserta seluruh Banom termasuk Ansor/Banser, ujar dia, jangan mudah terpancing dengan isu-isu yang dapat merusak NKRI. Kader ansor harus militan terhadap NKRI.

Kabag Ops.Polres Sanggau, Kompol. Bermawis mengatakan Polres Sanggau sangat senang bisa mengikuti pembukaan acara Diklatsar Banser. Keamanan dan ketertiban itu mahal. Oleh karena itu sampai hari ini keamanan ditempat kita masih aman dan harus kita jaga bersama rasa aman ini.
“Mari kita pupuk rasa kebersamaan ini dan masyarakat saya mohon tidak membakar lahan,, apalagi dimusim panas karena disaat musim panas tidak berlaku 2 hektar itu. Saya berpesan, isi kegiatan dengan hal-hal yang bermanfaat untuk bangsa dan negara,” pesan dia

Diakhir acara, Kapolres Sanggau yang diwakili Kabag Ops Polres Sanggau menyerahkan bantuan berupa uang untuk mendukung kegiatan pelatihan Banser. Bantuan juga diberikan oleh Bupati Sanggau Paolus Hadi kepada GP Ansor untuk mendukung pelaksanaan diklatsar tersebut.

Bupati Sanggau Paolus Hadi S.IP M.Si memuji pengurus GP Ansor Sanggau yang menurutnya eksis melaksanakan kegiatan pembinaan pemuda di Kabupaten Sanggau. Mestinya, organisasi kepemudaan lainnya di Sanggau bisa belajar dari Ansor bagaimana mengisi kegiatan dengan hal – hal yang bermanfaat.

“Saya kalau diundang Ansor ini saya usahakan selalu hadir, tidak mau rasanya saya wakilkan kecuali ada kegiatan diuar yang memang mewajibkan bupati hadir. Di Kembayan, di Sosok dan disini (Suka Mulya) saya hadir,” kata Bupati saat membuka pendidikan dan latihan dasar (Diklatsar) VI Barisan Ansor Serbaguna (Banser)

Bupati juga mengingatkan masyarakat tidak melakukan hal – hal yang aneh-aneh, termasuk dengan masuk ke dalam paham-paham yang bertentangan dengan iduologi negara karena pancasila sudah final.

“Mari kita hidup rukun. Saat ini ada sekelompok orang yang mencoba-coba mengganti pancasila dengan idiologi lain. Pancasila sudah final tidak ada lagi diskusi karena dulu orang tua kita hidup rukun tidak pernah ada masalah dan sekarang harus kita pertahankan,” harapnya.

“Saya salut dengan ansor, NU beserta seluruh banomnya yang menjaga NKRI. Organisasi Ansor ini kuat. NU mempunyai peran menjaga NKRI sehingga wajar NU beserta seluruh banomnya marah kalau ada yang mencoba mengganti idiologi negara karena ada peran ulama NU disitu. Saat ini, kelompok radikal di Sanggau belum terlihat Tapi yang harus kita waspadai adalah pahamnya,” ungkap Bupati.