//DISKOMINFO-SGU//

SANGGAU – Wakil Bupati Sanggau Drs.Yohanes Ontot, M.Si memimpin upacara Hari Pendidikan Nasional (Harkitnas) Tahun 2019, dengan mengusung tema “Menguatkan pendidikan, memajukan kebudyaan”, sekaligus upacara peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XXIII, dengan mengusung tema “Meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia yang lebih baik melalui penyelenggaraan otonomi daerah yang kreatif dan inovatif”, yang dipusatkan di Halaman Kantor Bupati Sanggau, Kamis pagi (2/5) pukul 08.00.

Turut hadir pada kesempatan tersebut Forkompimda, Kepala OPD Kabupaten Sanggau, Anggota TP-PKK Kabupaten Sanggau, Anggota GOW Kabupaten Sanggau, Anggota DWP Kabupaten Sanggau, Anggota Bhayangkari Kabupaten Sanggau, Anggota Persit Kabupaten Sanggau, Anggota Bawaslu Kabupaten Sanggau, Perwakilan dari Perbankan, Para ASN dan Tenaga Kontrak di lingkungan Pemkab Sanggau serta para anak-anak pelajar di Kota Sanggau.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sanggau Yohanes Ontot, membacakan amanat Menteri Pendidikan dan Kebudayaan  mengucapkan bersyukur, bangsa Indonesia baru saja berhasil melewati tahap puncak perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) serentak, tanggal 17 April 2019 yang lalu. Kini prosesnya masih berlanjut menuju penentuan akhir tanggal 22 mei 2019. Proses belajar pada hakikatnya adalah momentum terjadinya perubahan tingkah laku menuju kedewasaan. Perlu kita ketahui bersama bahwa terbentuknya warga negara yang demokratis merupakan tujuan pendidikan nasional kita. Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 13: menyebutkan “Tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang 2 beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab”.

“Selama empat tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo-Yusuf Kalla lebih difokuskan pada pembangunan infrastruktur atau prasarana. Pembangunan prasarana transportasi darat, laut maupun udara. Mulai jalan tol hingga jalan pedesaan, pelabuhan, dan lapangan terbang. Di samping infrastruktur komunikasi, infrastruktur pengairan untuk memenuhi kebutuhan air dan irigasi serta infrastruktur energi. Kecukupan infrastruktur adalah merupakan prasyarat untuk menjadi negara maju. Tidak ada satupun negara maju tanpa didukung infrastruktur yang cukup. Dalam hal infrastruktur ini, sebagaimana dinyatakan oleh Presiden Jokowi, Indonesia baru memiliki sekitar 39 persen dari yang seharusnya. Walaupun demikian, alhamdulillah, pembangunan infrastruktur dalam empat tahun terakhir ini kian dirasakan manfaatnya. Dengan terbangunnya infrastruktur khususnya transportasi dan komunikasi, konektivitas seluruh wilayah Indonesia dapat diwujudkan,” ujar Yohanes Ontot saat menyampaikan amanat Mendikbud Muhadjir.

“Bahkan, Kemendikbud memberi perhatian khusus pada pendidikan anak-anak Indonesia yang berada di luar tiga batas negara, seperti anak-anak keturunan Indonesia yang berada di Sabah dan Serawak, negara bagian Malaysia. Dalam perspektif Kemendikbud pembangunan SDM menekankan dua penguatan, yaitu pendidikan karakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil dan cakap dalam memasuki dunia kerja. Dalam pendidikan karakter dimaksud untuk membentuk insan berakhlak mulia, empan papan, sopan santun, tanggung jawab, serta budi pekerti yang luhur. Sementara ikhtiar membekali ketrampilan dan kecakapan disertai pula dengan penanaman jiwa kewirausahaan. Tentu, semua itu membutuhkan profesionalitas kinerja segenap pemangku kepentingan dalam dunia pendidikan di tingkat pusat dan daerah,” tuturnya.

Pada kesempatan yang sama, Yohanes Ontot membacakan amanat Menteri Dalam Negeri pada peringatan hari otonomi daerah bahwa pasca reformasi hingga sekarang telah mengalami banyak kemajuan. Pelaksanaan otonomi daerah telah mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan serta partisipasi aktif masyarakat dan mampu meningkatkan daya saing.

“Otonomi daerah secara nyata telah mendorong budaya demokrasi di tengah masyarakat. Daerah didorong dan diberi kesempatan yang luas untuk mengembangkan inovasi untuk kemajuan pembangunan,” ujar Yohanes Ontot saat menyampaikan amanat Mendagri Tjahjo Kumolo.

Lebih lanjut, diungkapkannya bahwa dalam penyelenggaraan otonomi daerah, masyarakat tidak dapat dianggap hanyalah sebagai konsumen pelayanan publik, tetapi dituntut adanya kemampuan untuk memperlakukan masyarakat sebagai citizen termasuk bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusianya.

“Untuk itu semua Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah harus memberikan pelayanan publik yang lebih berkualitas sebagai wujud pelaksanaan reformasi birokrasi di daerah,” ungkapnya.

“Mari kita kawal otonomi daerah agar selalu diisi dengan kegiatan dalam meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah yang berorientasi pada pelayanan masyarakat guna mewujudkan kesejahteraan  masyarakat dan peningkatan sumber daya manusia melalui kegiatan yang kreatif dan inovatif,” tuturnya.

Penulis         : Alfian