SANGGAU, Sarana tempat ibadah yang dinantikan selama ini
oleh Umat Katolik Stasi St. Thomas Sebual, Dusun Sebual Desa Mak Kawing Kec. Balai, akhirnya resmi dapat digunakan dan umat tampak gembira.

Peresmian Gereja St. Thomas Sebual disambut hangat dan gembira oleh umat setempat yang tampak memadati bagunan gereja tersebut yang mana prosesi peresmian dilakukan oleh Wakil Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot, M.Si dan prosesi pemberkatan dilakukan oleh Uskup Sanggau Mrg. Giulio Mencuccini,CP yang didampingi Pastor Paroki Balai Batang Tarang Pastor Maing, Minggu (1/9/2019) pagi.

Hadir juga dalam rombongan, Anggota DPRD Kab. Sanggau Dapil Balai, beberapa Kepala OPD, Camat Balai, Kapolsek, Danramil, Kades Mak Kawing, Tokoh Adat, Tokoh Masyarakat, Tokoh Pemuda serta tamu undangan lainnya.

Usai prosesi Peresmian dan Pemberkatan, acara dilanjutkan dengan Misa Ekaristi yang dipimpin langsung oleh Uskup Sanggau dan Pastor Paroki Balai Batang Tarang.

Ketua Panitia Kaem yang juga Kepala Dusun Sebual melaporkan bahwa proses pembangunan gereja sempat terkendala terkait masalah dana. Selanjutnya pembangunan menelan biaya sekitar hampir 100 juta dan dengan perjalanan yang cukup panjang, maka untuk menggalang dana yakni melalui iuran umat dan sumbangan lainnya serta bantuan hibah Pemerintah Kabupaten Sanggau sebesar 45 juta dan pembangunannya dengan cara swadaya.

Dengan diresmikan dan dilakukan pemberkatan terhadap gereja tersebut masyarakat merasa senang menyaksikannya dan bersemangat dalam menghadiri misa bersama, untuk itu umat tidak lupa mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Daerah dan Keuskupan Sanggau yang telah mendukung pembangunan gereja ini, semoga iman umat terus bertumbuh,ungkapnya.

Uskup Sanggau Mgr. Giulio Mencucini, CP dalam kesempatannya mengajak umat untuk berterima kasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Sanggau yang mana telah ikut ambil bagian mendukung pembangunan gereja-gereja yang ada di Keuskupan Sanggau, termasuklah sumbangsih terhadap pembangunan gereja stasi Sebual melalui dana hibah sebesar 45 juta.

Selama 29 tahun menjadi Uskup Sanggau, tentu selalu berpesan kepada umat untuk selalu berbuat kebaikan terhadap siapapun yang mana merupakan cerminan dari iman. “Seperti yang telah saya sampaikan, bahwa iman jangan disembunyikan di dalam hati kita tapi kita harus berani mewartakannya, tidak perlu dengan kata-kata karena yang paling penting adalah dengan tingkah laku dan perbuatan kita yang suci”jelasnya.

Wakil Bupati Sanggau Drs.Yohanes Ontot, M.Si, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan diresmikannya Gereja Stasi St. Thomas ini maka bertambah pula jumlah gereja yang telah dibangun di Keuskupan Sanggau. Perjuangan umat dalam mengupayakan pendirian gereja ini menunjukan bahwa umat katolik sangat luar biasa dalam mencintai dan menjalankan ajaran agamanya.

Pesan kepada umat yang hadir supaya tidak mudah terpengaruh terhadap hal-hal yang buruk, apalagi terprovokasi oleh isu-isu negatif yang saat ini sedang berkembang pesat di Indonesia.
“Umat Katolik yang baik imannya harus mampu, harus berani dan harus bisa menyaring, mendengar, memilih dan memilah sesuatu yang baik dan yang buruk. Kondisi indonesia pada saat ini sedang gawat radikalisme, terorisme dan narkoba yang merusak dan membunuh secara perlahan. Untuk itu umat diminta supaya berhati-hati”tegasnya.

Acara peresmian dan pemberkatan gereja tersebut diakhiri dengan perarakan salib dan kitab suci oleh rombongan dari Dusun Sebual menuju Paroki Batang Tarang.

Sumber Data : Yoris
Penulis : Sukardi