Sanggau, Pertemuan Forum Musyawarah Desa di Kampung Keluarga Berencana (KB) di Desa Melenggang Kecamatan Sekayam, Senin (1/7/2019) berjalan baik dan lancar.

Camat Sekayam M. Siahaan ketika membuka kegiatan musyawarah mengatakan bahwa program kampung KB ini berjalan dengan baik atau tidaknya itu tergantung kepada masyarakat itu sendiri, perangkat Desa yakni Kades beserta jajarannya harus mampu memberikan pemahaman kepada masyarakatnya agar program ini dapat berjalan dengan baik sehingga mewujudkan keluarga yang sehat, ekonomi yang baik dan pendidikan anak terjamin, dalam hal tersebut Pemerintah Daerah bersama provinsi dan pusat terus menggalakkan program ini guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera.

Berikut dari Dinas Kominfo Kabupaten Sanggau, Emelia Agustina Lusi dalam kesempatan yang sama memaparkan materi tentang Kelompok Informasi Masyarakat (KIM), mengenal apa itu KIM kepada masyarakat Malenggang, bagaimana cara pembentukannya dan apa saja manfaat dari KIM tersebut.

Disamping itu, Sukardi menambahkan bahwa Dinas Kominfo selama ini terus mensosialisasikan kepada masyarakat terkait bahayanya berita hoax (berita bohong) yang sedang melaju pesat akhir-akhir ini,    sosialisasi tersebut dilakukan selain kepada masyarakat di desa fokus, kampung KB juga lebih banyak di sekolah-sekolah karena pengguna teknologi terbanyak saat sekarang ada adalah anak-anak muda (generasi milenial).

Lebih lanjut, masyarakat diharapkan agar dapat memanfaatkan teknologi khususnya media sosial dengan baik dan benar, dengan kata lain bijak bersosial media seperti Facebook,WhatsApp/WA, Instagram dan lainnya.

Berikut yang tidak kalah penting dalam musyawarah, masyarakat diajak bersama untuk memerangi berita hoax, jangan ikut-ikutan terhadap hal negatif tersebut jika tidak maka akan berurusan dengan kasus hukum (UU No. 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Maka untuk itu, sebelum mengshare (membagikan) informasi yang diterima terlebih dahulu informasi tersebut dicerna, dipelajari dan di pastikan kejelasannya, terangnya.

Sekretaris Dinas Dukcapil Niriu memaparkan bahwa terkait data kependudukan, baik Kartu Keluarga (KK), KTP, Akta Kelahiran, maupun dokumen kependudukan lainnya ini sangat berguna bagi masyarakat, terkait indikator penilaian program kampung KB ternyata dokumen kependudukan berada diurutan pertama sehingga apapun urusannya tentu yang diperlukan adalah dokumen kependudukan terutama KTP elektronik, sejauh ini sudah dilakukan pelayanan perekaman KTP elektronik dan pelayanan dokumen kependudukan lainnya di wilayah kedesaan malenggang, namun untuk saat ini mungkin ada beberapa yang belum terutama bagi masyarakat yang usianya sudah cukup untuk perekaman KTP elektronik. Pesan kepada masyarakat Kedesaan Malenggang tolong di genah data kependudukannya, untuk pembuatan Data Kependudukan tersebut tidak dipungut biaya, maka kepada Kades agar didata masyarakatnya sehingga tidak ada lagi dengar masyarakat yang tidak memiliki dokumen kependudukan karena itu merupakan dokumen Negara dan Dinas Dukcapil siap melayani.

Dari Puskesmas Sekayam Silas.L menjelaskan tentang kesehatan masyarakat dan angka harapan hidup masyarakat, untuk itu masyarakat diajak untuk menerapkan pola hidup sehat dalam keluarga sehingga angka harapan hidup masyarakat tahun ke tahun semakin tinggi.

Dinas Pendidikan Korwil Kecamatan Sekayam Thamrin,S.Pd sangat mendukung terhadap program ini, khusus bidang pendidikan masyarakat, sehingga diharapkan kepada masyarakat agar semangat untuk menyekolahkan anaknya sehingga masa depan anak cerah tentu dapat mengangkat mengkat derajat keluarga.

PKK Kecamatan Sekayam Marintan BR Sirait mengajak masyarakat khususnya Ibu PKK Desa untuk mendukung program kampung KB ini, terkait program kerja PKK sudah jelas sesuai yang tertuang dalam 10 program pokok kerja PKK, terapkan itu pasti sukses dan kepada Bapak-bapak doronglah istrinya untuk bergabung di kepengurusan PKK desa.

Dinsosp3akb Kasi ADV KIE Penggerakan dan Kemitraan Marini, SKM, memaparkan bahwa program Kampung Keluarga Berencana (KB) Singkron dengan Program Desa Fokus, Saat ini bukan dua anak cukup melainkan dua anak lebih baik, Keluarga Berencana dimaksud bukan untuk membatasi jumlah anak melainkan, berencana untuk mengatur jarak kelahiran, berencana untuk kesehatan keluarga, berencana untuk pendidikan anaknya dan berencana meningkatkan ekonomi keluarga.

Selanjutnya ada 32 Indikator program KB diantaranya : Pemilikkan NIK (KK, KTP, Akte Kelahiran), Anak Usia Sekolah tidak Sekolah, Penduduk usia kerja tidak Kerja, Kesertaan dalam JKN Kesehatan, Usia Kawin Pertama, Jumlah Anak, Kesertaan KB, Pas Hamil, Efek samping pemakaian Kontrasepsi, Ketersediaan sarana pelayanan KB, Ketidak Suburan, Kampung menyediakan makan 2 Kali Sehari, Kemampuan mengkonsumsi daging/ikan/telur sekali seminggu, Kemampuan berobat ke fasilitas kesehatan, Kemampuan memiliki tabungan keluarga minimal 1 juta rupiah, Kebiasaan komunikasi dalam keluarga, Kesetiaan dalam kegiatan sosial di lingkungan, Kemampuan mengakses informasi melalui koran/majalah/radio/TV/internet, Keluarga mempunyai balita ikut Posyandu, Keluarga mempunyai balita ikut BKB, Keluarga mempunyai remaja ikut BKR, Remaja ikut kegiatan PIK-R/M, Keluarga Lansia atau mempunyai Lansia ikut BKL, Keluarga mengikuti kegiatan UPPKS, Atap/Dinding Lantai Rumah, Sumber penerangan utama, Sumber air minum, Bahan bakar untuk memasak, Fasilitas MCK, Status kepemilikan tempat tinggal, Luas lantai per jiwa.

dari 32 indikator tersebut yang belum terpenuhi akan terus dibina oleh tim terkait dari Kabupaten Sanggau sehingga semua indikator dapat memenuhi ketentuan.

Pertemuan musyawarah desa diakhiri dengan penandatanganan berita acara persetujuan oleh peserta musyawarah yang hadir dan komitmen terhadap hasil musyawarah tersebut.

Penulis : Sukardi