WABUP : MASYARAKAT DIMINTA, JAGA DAN PELIHARA WILAYAH ADAT YANG DIMILIKI

0 62

//Sukardi Diskominfo Kab.Sgu//

SANGGAU, Gawai Serumpun Tampung Juah Resmi ditutup oleh Wakil Bupati Sanggau Drs.Yohanes Ontot,M.Si pada Kamis (30/8/2018) siang.

Gawai Serumpun (iban sebaruk) yang dilaksanakan di lokasi tampun juah dusun segumon desa lubuk sabuk kecamatan sekayam tersebut ditutup sekaligus dengan pengukuhan peta wilayah adat oleh Wakil Bupati Sanggau yang sekaligus merupakan ketua DAD kabupaten sanggau kemudian dilanjutkan dengan penancapan 7 tiang sandong.

Ketua pelaksana gawai Jhon Kenedy melaporkan bahwa kegiatan berlangsung selama 4 hari oleh masyarakat dayak rumpun iban sebaruk dari dua desa yakni desa malenggang dan desa sungai beruang dengan jumlah kampung ada 11 kampung dan acara puncaknya adalah pengukuhan peta wilayah adat serta penancapan tiang sandong di lokasi tampun juah segumon.

Disamping itu, Ketua Pemetaan Johan menambahkan bahwa untuk memiliki dokumen yang sah serta terjaga dan terpeliharanya wilayah adat baik tanah maupun hutan tembawang maka perlunya dilakukan pemetaan oleh masyarakat yang berada di kawasan itu sendiri sehingga masyarakat dapat mengetahui sejarah asal-usulnya khususnya masyarakatan iban sebaruk.

Disaat yang sama, Direktur Institut Dayakologi Krissusandi Gunui, S.Sos sekaligus mewakili Gerakan Pemberdayaan Pancur Kasih (GPPK) menyampaikan bahwa institut dayakologi dalam melakukan penelitian dan pemetaan wilayah adat selama ini telah bekerjasama dengan pemerintah kabupaten sanggau serta masyarakat setempat untuk menggali situs-situs sejarah yang ada, terutama kawasan tampun juah segumon yakni sebagai situs budaya dan situs adat masyarakat adat dayak iban sebaruk, dan melalui proses yang cukup lama akhirnya pemetaan wilayah adat tersebut dapat terselesaikan.

Wakil Bupati Sanggau Drs.Yohanes Ontot,M.Si, mengatakan bahwa gawai serumpun tampun juah resmi ditutup dan kedepannya agar diatur jadwalnya sehingga menjadi kalender tahunan.

Kemudian selaku mewakili pemerintah daerah sangat menyambut baik terhadap pemetaan wilayah adat yang telah dilakukan oleh tim pemetaan selama ini dan terimakasih kepada institut dayakologi yang telah menggali situs-situs budaya yang ada di wilayah tampun juah serta melakukan pemetaan terhadap wilayah adat tersebut sehingga dapat mengetahui identitas keberadaan masyarakat adat tampun juah selama ini, terlebih dapat memperkuat keabsahan kepemilikan kawasan hutan adat yang dimiliki masyarakat. Untuk itu, kepada masyarakat jaga dan pelihara wilayah adat yang merupakan warisan leluhur tersebut dengan baik hingga keanak cucu nanti dan tanam kembali baik buah-buahan maupun kayu atau jenis tanaman langka lainnya di kawasan hutan adat yang masih ada, jaga dan pelihara adat istiadat yang dimiliki serta lestarikan budaya kita agar tidak hilang di peradaban dunia, kemudian peta wilayah adat yang telah dibagikan ke kades atau ke masing-masing kepala kampung (kadus) agar diarsipkan dengan baik sehingga tidak dimakan rayap, pesan Wabup sembari mengakhiri sambutannya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kadis Dikbud Sudarsono,S.AP, Kadis PMPemdes Siron, S.Sos,M.Si, Camat Sekayam Mangaranap Siahaan, Danramil dan Kapolsek Sekayam, Tim Pemetaan, Direktur Institut Dayakologi, Kades Malenggang, Kades Sungai Beruang, Para Kadus, Para tokoh masyarakat serta tamu undangan lainnya.

Penulis: Sukardi

Anda mungkin juga berminat Berita lainnya dari penulis

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.