SOSIALISASI KSI MENUJU KELUARGA SEHAT DAN BAHAGIA SERTA MENCIPTAKAN GENERASI CERDAS DAN BERKUALITAS

0 12

//DISKOMINFO-SGU//

SANGGAU, Kegiatan sosialisasi Kecamatan Sayang Ibu (KSI) bertempat di Kecamatan Parindu, Senin pagi (30/4/2018) pukul 09.30 WIB. Hadir pada kesempatan ini PJS Bupati Sanggau dalam hal ini diwakili Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (Dinsos-P3A-KB) Kab.Sanggau Yohanes Supriyanto, SH, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kab.Sanggau Agnes Leysandri, S.Pd, Camat Parindu Drs.Paulus Usrin, M.Si, Forkompimcam, Kepala OPD Kab.Sanggau, Ketua Panitia Penyelenggara Milka, Kepala Desa se-Kecamatan Parindu dan Masyarakat Kecamatan Parindu.

Adapun maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah sebagai gerakan sayang Ibu menuju  keluarga sehat dan bahagia serta menciptakan generasi cerdas dan berkualitas. Juga untuk menurunkan angka kematian pada Ibu dan bayi maka diperlukan upaya dalam meningkatkan kualitas pelayanan melalui persalinan difasilitas kesehatan, sejalan dengan apa yang disampaikan oleh Ketua Panitia penyelenggara dalam laporannya.

“Perlu kami sampaikan bahwa program ini adalah program Nasional yang mana untuk mewaspadai dan menurunkan angka kematian terhadap Ibu hamil dan juga bayi, maksud dan tujuan kegiatan ini untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat untuk tetap siaga terhadap Ibu-ibu hamil dan juga untuk meningkatkan jumlah peserta dalam organisasi Kecamatan Sayang Ibu (KSI).” (Laporannya)

Disamping itu PJS Bupati Sanggau dalam hal ini diwakili Kepala Dinsos-P3A-KB Kab.Sanggau menyampaikan dalam sambutannya “Seperti diketahui bersama, angka kematian Ibu menjadi salahsatu indikator kesetaraan gender. Dimana saat ini mencerminkan tingkat derajat kesehatan perempuan yang masih memprihatinkan. Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kab.Sanggau tahun 2017, angka kematian Ibu berjumlah 15 Orang dan kematian bayi berjumlah 55 bayi. Pada tahun 2017 angka kematian Ibu di Kec.Parindu  tidak ada, namun pada tahun 2018 sampai bulan maret sudah ada 1 kematian Ibu dan angka kematian bayi ada 7 Bayi pada tahun 2017, yang bukan hanya masalah kesehatan saja, akan tetapi dilatar belakangi ketidaksetaraan dan ketidak adilan gender. Juga Rendahnya kesadaran masyarakat tentang kesehatan Ibu hamil menjadi faktor penentuan angka kematian Ibu. Hal ini tergambar dengan masih dominannya faktor (3T) yaitu Terlambat dalam mencapai fasilitasi, Terlambat mendapatkan pertolongan  dan Terlambat mengenali tanda bahaya kehamilan dan persalinan. Dan juga ada (4 Ter) yaitu Terlalu muda, Terlalu tua, Terlalu sering melahirkan dan Terlalu banyak anak. Untuk itu perlu melibatkan semua pihak terutama kesadaran dan peran serta kaum Laki-laki sebagai suami maupun kepala keluarga dalam upaya mencegah dan menanggulangi 3 Terlambat dan 4 Terlalu tersebut. Oleh karena itu saya mengajak kepada seluruh masyarakat yang berada di Kec.Parindu mari bersama-sama kita sambut dan sukseskan program Kecamatan Sayang Ibu (KSI). Pelaksanaan gerakan sayang Ibu di Kecamatan merupakan arah bersama untuk mengintegrasikan upaya percepatan penurunan angka kematian Ibu dan angka kematian bayi kedalam kebijakan dan strategi organisasi kemasyarakatan melalui sinergi yang kuat dengan upaya dilaksanakan oleh Pemerintah dan dapat direalisasikan dengan baik  dan sempurna.” (Tegasnya)

Penulis : Alfian

Anda mungkin juga berminat Berita lainnya dari penulis

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.