SMP 06 LAPE, SMP DAN SMK KRISTEN TORSINA SANGGAU BERTEKAT MENANGKAL HOAX

0 12

//DISKOMINFO-SGU//

SANGGAU, Kembali digelar sosialiasi anti hoax dari Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kab.Sanggau ditingkat pelajar di SMP 06 Lape, SMP dan SMK Kristen Torsina Sanggau, Selasa pagi (24/7/2018) pukul 08.00 WIB.

Kepala Diskominfo Kab.Sanggau dalam hal ini diwakili Kasi Pengelolaan Informasi Publik Diskominfo Kab.Sanggau Ishak, S.Sos, M.AP selaku narasumber dalam sosialisasi anti hoax menyampaikan “ Perlu kita ketahui bersama bahwa pengertian hoax adalah palsu, bohong atau ketidakbenaran suatu informasi. Jadi definisi hoax adalah sebuah tipuan dan kebohongan yang menyamar sebagai kebenaran, istilah ini populer diinternet atau di Media Sosial (Medsos) karena peredarannya hoax memang lebih mudah berkembang diinternet atau di Medsos. Adapun ciri-ciri berita hoax yaitu judulnya cenderung propokatif, isi beritanya sensasional, memanfaatkan isu-isu terkini dan tidak termuat dalam media lain.” (Jelasnya)

“Adapun tujuan orang dalam memberikan berita hoax adalah untuk menipu, menebar kebencian, mengadu domba, mengundang simpatik. Untuk sasaran hoax sendiri mereka sampaikan kepada kelompok masyarakat awam yang latar belakangnya berpendidikan rendah, kelompok agama, suku, partai politik dan kelompok lainnya, maka dari itu agar adek-adek bisa melihat atau memilah mana berita hoax dan mana berita yang benar atau fakta, sehingga kita tidak terjadinya korban berita hoax tersebut dan juga jangan sampai kita menjadi pelaku hoax. Perlu kami sampaikan bahwa salahsatu contoh hoax yang terjadi pada kita, misalnya satu orang yang menerima hoax tanpa menyaring berita terlebih dahulu atau mengecek kebenaran suatu berita, sehingga disebarkannya kepada teman-temannya atau masyarakat luas. Dan untuk mencegahnya terlebih dahulu diklarifikasi beritanya atau informasi yang diterima, cek konten pada media lain. Maka dari itu kami menghimbau gunalah internet tersebut untuk hal-hal yang bermanfaat, juga disampaikan kepada adek-adek agar tidak menggunakan handphone lebih dari 2 jam dan gunalah hanya seperlunya, jangan membuka situs atau web yang tidak jelas yang tidak ada manfaatnya untuk kita.” (Sambungnya)

Pada kesempatan ini perwakilan Guru disetiap sekolah pada saat diwawancara menyampaikan “Terimakasih kepada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kab.Sanggau yang telah melaksanakan sosialisasi anti hoax yang sangat bermanfaat untuk anak-anak dan juga kami sebagai Guru dalam rangka bagaimana dalam menangkal hoax, karena hoax itu sangat negatif sekali buat anak-anak, masyarakat dan juga bangsa kita. Artinya dengan menangkal hoax dengan harapan bahwa bangsa kita semakin baik dan bangsa ini juga diawali anak-anak, artinya anak-anak atau siswa-siswa baik dari Sekolah Dasar (SD) hingga ke Perguruan Tinggi itu memang harus sadar bahwa hoax itu adalah musuh bersama, sehingga mengharuskan kita untuk ditangkal, sekali lagi kami ucapkan terimakasih kepada Dinas Kominfo Kab.Sanggau yang telah memberikan pencerahan kepada anak-anak dan kami sebagai Guru dalam menangkal hoax tersebut. Dan ini harapan kami menjadi sesuatu titik awal untuk nanti bisa juga disampaikan kepada Sekolah-sekolah yang lain dan bahkan dimasyarakat. berbicara tentang komitmen Sekolah terhadap penggunaan Handphone, bahwa kami sudah membatasi mereka dalam mengguna Handphone, yang mana tidak boleh dibawa kesekolah dalam rangka supaya anak-anak tertib belajar dan juga tidak terganggu pada proses pembelajaran. Dan kami dari pihak Sekolah juga ketika sebelum siswa ini masuk artinya setiap kali ajaran baru kami mengundang orang tua untuk mensosialisasikan tentang tata tertib disekolah, salah satunya dilarang menggunakan Hanphone disekolah, hal ini sejalan dengan apa yang disampaikan ketika sosialisasi dari pihak Diskominfo Kab.Sanggau sampaikan tadi.” (Ujarnya)

Penulis : Alfian

Editor  : Izar

Anda mungkin juga berminat Berita lainnya dari penulis

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.