RAPAT KOORDINASI BIDANG KOMINFO SE KALIMANTAN BARAT, DI KABUPATEN SANGGAU

0 176

[wonderplugin_slider id=”5″]

 

//DISKOMINFO-SGU//

SANGGAU, Setelah selesai seremonial acara pembukaan, Rapat Koordinas Bidang Komunikasi dan Informatika se Kalimantan Barat segera di gelar tepat pukul 10.05, yang dipandu langsung Kadis KOMINFO Kabupaten Sanggau, Ir. Yulia Theresia.

Sebagai penyaji pertama, Kepala Dinas KOMINFO Provinsi Kalimantan Barat, Bapak Drs. Antony Runtu yang menyampaikan materi tentang “Pembangunan Konektivitas TIK yang Terintegrasi di Kalimantan Barat” dalam persentasenya beliau menyampaikan tentang Pembangunan Infrastruktur IT, khususnya pada pengembangan E-Government & Ekonomi Digital, diantaranya Media Center yang di launching pertengahan 2017, Command Center lauching Desember 2017, dan Data Center Upgrade dari UPT PDE. Selanjutnya beliau juga menyataan bahwa Kalimantan Barat belum memiliki peta spasial sebaran KPU / USO (BTS, Desa Broadband dan Akses Internet) dan wilayah Blankspot. Beliau juga menjelaskan tentang Rencana Aksi Tindak Pencegahan Korupsi (KPK), direncanakan kegiatan pada tahun 2018, diantaranya MOU (Kesepakatan Bersama) antara Diskominfo dan SKPD terkait), Bimtek Pemanfaatan dan Instalasi MANTRA, Pembuatan Aplikasi KALBAR OPEN DATA (untuk integrasi data sektoral dan informasi publik), dan Pembuatan Aplikasi E-Office. Sementara target untuk tahun 2019 akan dilaksanakan melalui APBD Provinsi adalah Bimtek Pemanfaatan dan Instalasi SiCANTIK (Perizinan), Bimtek Pemanfaatan dan, Instalasi Digital Signature (Perizinan), Penyusunan Pergub MasterplanPembangunan Smart Province di Kalimantan Barat. Sedangkan yang diusulakan melalui APBN adalah rencana kegiatan Bimtek MANTRA, SiCANTIK, Digital Signature, SIMAYA, dan PNS Box.

Sebagai penyaji kedua adalah narasumber dari Kementerian KOMINFO RI, yaitu Bapak Ir. Nyoman Adhiarna, M.ENG,PH.D Dirjen Aplikasi Informatika Kementerian KOMINFO RI, yang menyampaikan tentang Pelaksanaan Program Kerja Kementerian KOMINFO. Dalam pemaparannya, menyampaikan bahwa terkait infrastruktur komunikasi sudah dikembangkan sarana dan prasarana internet khususnya pada pengembangan jaringan 2G, 3G dan 4G. Selain itu program prioritas terbesar KOMINFO adalah Satelit Multifungsi dengan tujuan untuk mengurangi kesenjangan layanan digital, yang memerlukan anggaran sekitar 11 triliun. Program lain yang menjadi keutamaan adalah Fasilitasi dan Edukasi Petani dan Nelayan Go Online, dengan tujuan memfasilitasi pemantapan TIK bagi petani dan nelayan, yang sampai saat ini minim dalam penguasan dan penggunaan internet. Selanjutnya adalah Fasilitasi UMKM Go Online, dimana tahun 2017 terdapat 29.000 UMKM yang berhasil konversi UMKM Offline ke Online. Sementara itu target untuk tahun 2018 sebanyak 2.460.100 UMKM yang akan konversi ke Online, sehingga diharapkan secara komulatif pada tahun 2019 berjumlah 4.920.200. menyinggung soal perizinan Online, Pak Nyoman yang kebetulan saat ini sedang berulang tahun, menyampaikan bahwa ada 4 (empat) tahapan perizinan Online Layanan Publik, diantaranya Front-end dan Back – and manual, Front – end online, back – and manual, Front – end dan Back – and online, dan integrasi data secara elekronik.

setelah dua narasumber menyampaikan materinya, maka dilanjutkan dua termen tanya jawab dari peserta Rakor kepada narasumber. Termen pertama ada tiga penanya, diantaranya dari DISKOMINFO Kota Pontianak, kedua disampaikan oleh Kadis KOMINFO Kapuas Hulu, sedangkan penanya ke tiga adalah Bapak Sulastio dari Dinas KOMINFO Kabupaten Sekadau. sementara itu tiga orang penanya pada termen kedua adalah Dinas KOMINFO Kabupaten Mempawah, Dinas KOMINFO Kubu Raya dan Dinas KOMINFO Kota Singkawang, ditambah beberapa pertanyaan dan harapan yang disampaikan oleh Kadis KOMINFO Kabupaten Sanggau, Ir. Yulia Theresia. Atas beberapa pertanyaan yang disampaikan telah berkenan memberikan jawaban dua narasumber dari Kemeterian KOMINFO dan Kepala Dinas KOMINFO Provinsi Kalimantan Barat.

Setelah ISOMA, kegiatan dilanjutkan dengan pembahasan Rekomendasi Rapat Koordinasi Bidang Kominfo se Kalimantan Barat. Diantara hasil kesepakatan yang dihasilkan dalam pembahasan rekomendasi tersebut adalah beberapa rekomendasi pada masing-masing bidang seperti Bidang Umum,  Bidang Informasi dan Komunikasi Publik (IKP), Bidang e-Govermant, Bidang Persandian, dan Bidang Statistik. Rekomendasi Khusus berikutnya yaitu Urusan Pemerintahan dan Pembangunan Bidang Komunikasi, Informatika, Persandian dan Statistik di Kabupaten Melawi agar diwadahi dalam bentuk dinas yang berdiri sendiri setingkat eselon II. pungsi LPSE agar dilaksanakan pada dinas yang membidangi TI, Nomenklatur dinas provinsi, kabupaten/kota disesuaikan dengan PP Nomor 18 Tahun 2016. Kemudian pelaksanaan Rakor dilaksanakan setahun sekali secara berjenjang setiap tahun di kabupaten/kota dan untuk tahun 2019 dilaksanakan di Kabupaten Kapuas Hulu. Pada sesi akhir dilaksanakan penandatanganan naskah rekomendasi hasil Rakor oleh masing-masing peserta dari provinsi, dan kabupaten/kota untuk disampaikan kepada Pemerintah Provinsi, Kabupaten/Kota dan Kemeterian KOMINFO.

Akhirnya Rakor ditutup secara resmi oleh Kepala Dinas KOMINFO Kabupaten Sanggau tepat pada pukul 17.20 WIB. setelah sebelumnya fhoto bersama seluruh peserta.

Editor: ISHAK#KOMINFO#sgu

Anda mungkin juga berminat Berita lainnya dari penulis

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.