PEMKAB.SANGGAU PERINGATI HARI BERKABUNG DAERAH TAHUN 2018

0 82

//Sukardi Diskominfo Kab.Sgu//

SANGGAU, Hari berkabung daerah provinsi kalbar tahun 2018 diperingati oleh pemerintah daerah kabupaten sanggau pada rabu (4/7) pagi, dengan apel bersama dilapangan kantor Bupati Sanggau kemudian dilanjutkan dengan ziarah ke makam pahlawan untuk melakukan prosesi tabur bunga.

Apel dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Sanggau Drs. Yohanes Ontot,M.Si dan hadir juga pada kesempatan tersebut Kapolres Sanggau AKBP Rachmat Kurniawan, SH, S.IK, MM, Dandim Sanggau Letkol Inf.Herry Purwanto,S.Sos, Kepala BNN Kab.Sanggau Ngatya, SH,MH,. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Sanggau H.Roni Fauzan, SE, M.Si, Asisten Administrasi Umum Setda Sanggau H.Joni Irwanto, S.IP,M.Si, Para Kepala OPD Kab.Sanggau, Anggota TP-PKK/DWP/GOW Kab.Sanggau, Anggota Bhayangkari Kab.Sanggau, Anggota Persit,  para ASN dilingkungan Pemkab.Sanggau.

Peringatan hari berkabung daerah mengusung tema “meraih jati diri sebagai bangsa yang maju dan mandiri adalah cerminan sikap dan perilaku pahlawan sejati”.

Wakil Bupati Sanggau dalam amanat yang disampaikannya mengatakan, dengan memperingati hari berkabung daerah kita secara otomatis lestarikan semangat kejuangan bangsa untuk tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Lebih lanjut, Wakil Bupati menjelaskan bahwa peringatan hari berkabung daerah merupakan amanah dan konsekuensi dari ditetapkannya Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Kalbar No.5 Tahun 2017 tentang peristiwa mandor sebagai hari berkabung daerah dan makam juang mandor sebagai Monumen Daerah Kalbar, maka dengan ditetapkannya Perda tersebut menunjukan bahwa Pemprov Kalbar menaruh perhatian secara serius terhadap peristiwa ini, sekaligus sebagai salah satu cara menghargai jasa para pejuang dan rakyat Kalbar yang gugur sebagai suhada dalam melawan pendudukan atau fasisme tentara jepang di bumi Kalbar. Untuk itu, peringatan hari berkabung Daerah ini merupakan kegiatan rutin yang sering dilakukan setiap tahunnya dan biasanya dilaksanakan secara terpusat di Kec.Mandor Kab.Landak untuk tingkat Provinsi Kalbar sedangkan untuk peringatan ditingkat Kabupaten dilaksanakan oleh masing-masing Daerah, BUMN,BUMD dan Lembaga Pendidikan sesuai dengan peraturan Gubernur No.60 Tahun 2013.

Wakil Bupati berharap bahwa peringatan hari berkabung daerah ini tidak hanya sekedar seremonial atau hanya sekedar pemenuhan formalitas saja, namun melalui peringatan ini dapat dijadikan sebagai bahan renungan bagi diri kita masing-masing untuk menghargai, motivasi dan inspirasi bagi kita agar berubah untuk lebih maju guna mewujudkan masyarakat Kalbar yang beriman, sehat, cerdas, berbudaya dan sejahtera.

Mengingat masa lalu, dimana pada masa penjajahan Jepang tersebut, Provinsi Kalbar telah mengalami kehilangan satu generasi. Beberapa data yang terangkum dari berbagai sumber bahwa jumlah korban akibat keganasan yang dilakukan oleh tentara Jepang mencapai lebih kurang 21.037 jiwa, sungguh suatu angka yang fantastis. Korban yang telah jatuh demi tegaknya Republik Indonesia begitu banyak dan janganlah sampai sia-sia, oleh karena itu saya ingin tekankan kepada penerus pembangunan Kalbar utamanya kepada seluruh masyarakat Kab.Sanggau akan hal-hal sebagai berikut, pertama; Sejarah pembunuhan massal yang terjadi di Mandor merupakan sejarah perjuangan orang-orang tua dan saudara kita yang berjuang untuk menghapus penjajahan dari tanah Kalbar demi tegaknya NKRI, kedua; Saudara peserta upacara yang notabene adalah generasi penerus pembangunan hendaknya dapat memetik pelajaran terhadap peristiwa Mandor ini sebagai landasan mental yang kokoh dan kuat dalam menghadapi masalah yang membahayakan eksistensi Republik ini, ketiga; Jika dulu perjuangan yang dilakukan para pendahulu adalah dalam rangka merebut kemerdekaan dan menikmati hasil perjuangan, maka berkewajiban kita adalah untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan tersebut, pintanya.

Penulis : Sukardi/Alfian

Anda mungkin juga berminat Berita lainnya dari penulis

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.