MALAM SATU SURO 1952 JAWA/2018 M, BUPATI SANGGAU: MARI TUNJUKKAN BUDAYA YANG KITA MILIKI DAN SALING HARGAI BUDAYA ETNIS YANG ADA

0 39

//DISKOMINFO-SGU//

SANGGAU – Memperingati Malam Satu Suro 1952 Jawa / 2018 M, digelar Pagelaran Wayang Kulit dan Campur Sari bertempat di Lapangan Futsal CR2 Balai Karangan Kecamatan Sekayam, Sabtu malam (15/9) pukul 07.30 WIB.

Hadir pada kesempatan ini Bupati Sanggau Paolus Hadi, S.IP, M.Si beserta Ibu, Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi, S.IK, MH beserta Ibu, Dandim Sanggau Letkol Inf.Herry Purwanto, S.Sos, Ketua Pengadilan Negeri Sanggau Arief Budiono, SH, MH beserta Ibu, Ketua Paguyuban Jawa Kalbar dalam hal ini diwakili Sekretaris Paguyuban Jawa Kalbar Ibu Sri Cahyawati, SH, Camat Sekayam Mangaranap Siahaan, SH beserta Ibu, Forkompimcam, Kepala OPD Kab.Sanggau. Ketua G3 Kab.Sanggau Sugiman, Ketua Panitia M.Tarmudi serta seluruh masyarakat Etnis Jawa dan masyarakat Kec.Sekayam.

Kedatangan Bupati Sanggau beserta rombongan disambut hangat oleh masyarakat Kec.Sekayam khususnya masyarakat etnis Jawa yang mana digelar upacara penyambutan dan tari persembahan sebelum Bupati Sanggau beserta rombongan menuju ketempat duduk yang telah disediakan.

Adapun maksud dan tujuan diadakan kegiatan ini merupakan salah satu bagian kebudayaan yang menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang mana di Indonesia terkenal kaya akan berbagai suku, budaya, dan adat, yang tetap terus dilestarikan budayanya salah satunya seperti budaya etnis Jawa ini agar generasi penerus mengetahui akan adat dan budayanya.

Sebagai pembuka kegiatan Ketua Panitia menyampaikan dalam sambutannya “Adapun kegiatan pada malam hari ini merupakan malam satu suro 1952 Jawa, yang mana sudah termasuk agenda rutin disetiap tahunnya digelar di Kab.Sanggau. Dengan harapan semoga kedepan terus bisa digelar acara pagelaran wayang kulit dan campur sari ini.” (Ujarnya)

Selanjutnya sambutan Ketua G3 Kab.Sanggau “Hari ini tentunya menjadi suatu kebanggaan dan keinginan kita semua, yang mana Bupati Sanggau selalu mendukung penuh kegiatan pagelaran wayang kulit dan campur sari dari etnis Jawa ini. Karena budaya Jawa merupakan keberagaman dan kebudayaan yang harus dikembangkan, yang mana sekarang generasi muda sudah banyak dipengaruhi pada zaman globalisasi ini. Maka dari itu kita sebagai masyarakat yang berbudaya untuk bisa terus melestarikan budaya dan adat khususnya etnis Jawa ini, agar tetap terjaga adat dan kebudayaannya dan berharap kedepan dengan adanya kegiatan kebudayaan yang ada di Kab.Sanggau ini untuk bisa manjadi salah satu menarik minat wisatawan untuk bisa berkunjung di Kab.Sanggau.” (Ujarnya)

Lebih lanjut sambutan Ketua Paguyuban Jawa Kalbar dalam hal ini diwakili Sekretaris Paguyuban Jawa Kalbar “Acara malam satu suro Jawa ini patut kita syukuri karena sudah diakui di Kab.Sanggau yang mana disetiap tahunnya selalu digelar pagelaran wayang kulit dan campur sari ini. Adapun budaya Jawa yang selalu kita ingat yakni wayang kulit yang merupakan salah satu untuk mempersatukan masyarakat Jawa yang ada di Kab.Sanggau, karena budaya adalah pemersatu bangsa dan etnis sangat berperan dalam membangun Kab.Sanggau.” (Tegasnya)

Camat Sekayam menyampaikan dalam sambutannya “Tentu kegiatan kebudayaan ini tidak terlepas dari visi dan misi pembangunan Bupati Sanggau dalam upaya mewujudkan Kab.Sanggau maju dan terdepan yang tertuang dalam seven brand images yaitu Sanggau Berbudaya dan Beriman (Budiman). Semoga dengan kegiatan ini bisa mempererat tali silahturrahmi khususnya etnis Jawa di Kab.Sanggau dalam mewujudkan bangsa ini yang damai dan sejahtera.” (Ujarnya)

Pada kesempatan yang sama Bupati Sanggau menyampaikan sambutannya sebelum membuka secara resmi acara pagelaran wayang kulit dan campur sari “Saya merasa senang bisa hadir dalam acara malam satu suro 1952, yang sudah menjadi agenda rutin dalam rangka mengembangkan budaya yang ada di Kab.Sanggau dengan melalui SK Bupati yang mengatakan kegiatan pagelaran wayang kulit dan campur sari merupakan salah satu budaya yg ada di Kab.Sanggau. Adapun Kegiatan ini sudah yang keenam kalinya digelar dan pada tahun depan akan digelar di Kec.Mukok yang ditunjuk sebagai tuan rumah kegiatan malam satu suro selanjutnya. Perlu diketahui bahwa Pemerintah Daerah Kab.Sanggau sangat mendukung dan apresiasi kegiatan malam satu suro ini karena kita ingin mengangkat semua budaya etnis yang ada di Kab.Sanggau.” (Ujarnya)
“Adapun saran untuk kegiatan malam satu suro ini seperti wayang kulit dan campur sari yang akan datang untuk bisa digelar pada malam puncaknya serta diadakan beberapa festival-festival kebudayaan etnis Jawa, sehingga acaranya bisa dinikmati beberapa hari dan sekaligus bisa mengenal kepada masyarakat Sanggau dengan budaya etnis Jawa yang ada. Menyikapi hal tersebut mari kita tunjukkan budaya yang kita miliki, saling menghargai budaya-budaya etnis yang ada di Kab.Sanggau dan jangan pernah malu bilang berbeda, karena sebuah perbedaan itu indah dan menyatukan kita semuanya” (Ujarnya)

Selanjutnya penyerahan cindera mata oleh Paguyuban Jawa Kec.Sekayam kepada Bupati Sanggau dilanjutkan pemotongan tumpeng oleh Bupati Sanggau serta pertukaran cinderamata oleh Bupati Sanggau bersama Dalang Wayang Kulit Suwondo Hadi Prayitno.

Lebih lanjut, dimulai penampilan wayang kulit yang dimainkan oleh dalang wayang kulit.

Penulis : Alfian / Izar

Anda mungkin juga berminat Berita lainnya dari penulis

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.