KEBERADAAN LAPAK PASAR TRADISIONAL “SIMPERA”

0 68

//DISKOMINFO-SGU//

SANGGAU, Ada sebuah pemandangan unik yang dapat kita saksikan terutama di pagi hari di perempatan jalan H. Agus Salim – Komyos Sudarso Ampera Kelurahan Beringin atau yang lebih dikenal dengan Simpang Ampera (SIMPERA). Dikatakan unik karena disekitar lokasi tersebut saat pagi hari dipadati pedagang tradisional yang membuka lapak untuk berjualan dipinggir jalan sepanjang jalan terutama perempatan Simpera tersebut. Yang di jualpun tergolong barang-barang makanan baik sayur dan buah-buahan yang jarang terdapat dipasaran biasa, seperti buah pekawai, jagung, petai kampung, pisang, ubi atau singkong, mentawak, tampui, dan lain-lain. Sedangkan jenis sayuran yang mereka dagangkan diantaranya daun ubi, daun mentimun, nangka, jamur, umbut rotan muda, pisang muda, dan lain-lain. Selain itu tersedia juga berbagai macam tanaman untuk bumbu masak, seperti lengkuas, serai kunyit, serta tersedia juga beras merah, bawang mekah atau yang lazim disebut bawang Dayak yang juga berkhasiat untuk obat-obatan. Barang-barang dagangan ini, tentu saja sebagian masih terasa asing bagi kita dan cara pengolahannya serta rasanyapun unik terutama bagi kita yang jarang bahkan belum pernah menikmatinya.
Ketika diwawancara, seorang pelapak bernama Elang asal Kampung Entakai, mengungkapkan bahwa mereka membawa barang dagangannya dari kampung untuk dijual kepada masyarakat sanggau guna memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. “kami jualan ini untuk mencari uang supaya dapat belanja lagi untuk keperluan sehari-hari memenuhi kebutuhan keluarga” kata Pak Elang sambil menyiapkan dan mengemaskan barang-barang dagangannya. Yang sedikit mengejutkan ketika ditanya sejak pukul berapa mereka sudah menyiapkan lapak untuk berjualan di lokasi tersebut, pria paruh baya ini menjelaskan “kami turun dari rumah pukul 02.00 tengah malam pak dan nyampai di sini sekitar pukul 03.00” jelasnya, dan hal tersebut dibenarkan juga ibu Sani yang juga membuka lapak disbelahnya.
Memang keadaan ini sangat membantu masyarakat pedalaman dari kampung-kampung dipinggiran kota Sanggau terutama dalam rangka peningkatan pendapatan keluarga untuk menopang kebutuhan ekonomi rumah tangga. Melihat waktu dimulainya aktivitas atau kesibukan mereka untuk berjualan di pinggir jalan ini berkisar sekitar pukul 06.00 pagi hingga pukul 13.00 siang dan ini tampak hampir setiap hari, terutama Jum’at, Sabtu dan Minggu. Sementara pada saat jam-jam sibuk atau padat sekita pukul 06.00 – pukul 10.00 pagi saat waktu sebagian besar masyarakat pengguna jalan disekitar lokasi tersebut turun ke sekolah dan berangkat ke tempat kerja. Memang keadaan ini membuat kondisi lalu lintas diperempatan tersebut terasa sesak. Diperparah lagi kurangnya kesadaran masyarakat pembeli yang menghentikan bahkan memakirkan kendaraannya disembarang tempat, apakah cuma sekedar liat-liat barang dagangan sambil lewat atau turun hendak belanja, membuat arus lalu lintas terkadang macet, sementara ruas jalan disekitar Simpera tersebut memang sangat sempit. Kondisi ini menuntut kita selaku pengguna jalan harus berhati-hati ketika melintas di perempatan tersebut, kalua tidak maka kita akan mengalami hal-hal yang tidak diinginkan, baik tersenggol kendaraan lain atau bahkan nabrak pengguna jalan lainnya.
Keadaan yang memang sudah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir ini, memang memerlukan penanganan serius oleh pihak-pihak terkait terutama untuk penyediaan tempat yang lebih aman dan nyaman, baik bagi penjual, pembeli, maupun bagi pengguna jalan lainnya. Tanpa harus mengorbankan kesempatan masyarakat, terutama masyarakat kampung yang berjualan untuk meraih rejeki guna memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, penyediaan lokasi untuk mereka berjualan yang aman dan nyaman dan tetap strategis memang sudah mendesak. Kita berharap semoga keadaan ini segera menemukan solusinya, atau mungkin keberadaan mereka kedepannya dapat direlokasi pasar yang baru di bangun di sekitar pasar sentral atau terminal bisa Sanggau di daerah Kelurahan Beringin Sanggau, kita tunggu saja kebijakan Pemerintah Daerah kedepannya.
Ishak#KOMINFO.Sgu

Anda mungkin juga berminat Berita lainnya dari penulis

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.