KASIHKU UNTUKMU INDONESIA

0 122

//Sukardi Diskominfo Kab.Sgu//

SANGGAU, Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Sanggau bersama organisasi/kelompok kategorial paroki Katedral dan paroki Santa Maria Bunda Pengharapan, Selasa (22/5/2018) pada pukul 19.00 wib bertempat di Mega Tenda Keuskupan Sanggau telah melakukan, ibadat doa bersama untuk keselamatan Bangsa, Negara dan Damai Sejahtera bagi Rakyat Indonesia.

Ibadat Doa Bersama Mengambil Tema “KASIHKU UNTUKMU INDONESIA”. Dengan Sub Tema “KASIHILAH SEORANG AKAN YANG LAIN (Yoh 15:17)”.

Ketua ISKA DPC Kab.Sanggau Ir.YULIA THERESIA dalam kesempatan tersebut mengatakan bersama kelompok kategorial merasa terpanggil oleh kasih Kristus untuk mengambil sikap dan tindakan terhadap kondisi Negara Republik Indonesia akhir-akhir ini, terutama kejadian teror bom yang menyerang 3 (tiga) gereja di Surabaya pada minggu (13/5) dan tempat lainnya. Kita berkoordinasi dan konsultasi kepada berbagai pihak: Dewan Pastoral Paroki (DPP), Panasehat dan Dewan Pakar ISKA serta Hirarki (Pastor Kepala Paroki Katedral) dengan hasil bahwa sangat baik melakukan doa bersama yang digerakan oleh umat melalui ISKA untuk mengkoordinir kelompok kategorial yang berada di kota sanggau.

Selanjutnya dalam penyataan sikap ISKA bersama Kelompok Kategorial terkait peristiwa teror bom di Surabaya, Ketua ISKA DPC Kab.Sanggau mengatakan bahwa pernyataan sikap yang kita lakukan diwujudkan dalam doa sehingga tidak bersifat mengutuk, karena Tuhan telah memerintahkan kepada kita untuk saling mengasihi satu sama lain. Kasihilah musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kamu. Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan. Pembalasan bukan hak manusia, melainkan hak Tuhan.

Rangkaian kegiatan penting diawali dengan Firman Tuhan (Yoh 15:9-17) dilanjutkan dengan menyalakan lilin pernyataan sikap diwujudkan dalam doa yaitu : Pertama, mendoakan bagi keselamatan bangsa dan negara agar hindarkan dari segala mara bahaya yang mengancam keselamatan seluruh rakyat, terutama dari tindakan paham radikalisme, intoleran dan terorisme. Kedua, mendoakan bagi persatuan dan kesatuan bangsa atas keragaman ras, suku, budaya dan agama agar keragaman dan perbedaan di tengah masyarakat tidak menjadi alasan perpecahan, melainkan sumber kekuatan dan persatuan guna mencapai cita-cita bersama menuju masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Ketiga, mendoakan bagi semua orang yang berkehendak baik dalam memajukan bangsa Indonesia. Keempat, mendoakan bagi korban teror bom di beberapa tempat di Indonesia agar para korban meninggal diterima dalam kebahagiaan di surge dan memberikan pemulihan kesehatan bagi korban yang luka-luka. Kelima, mendoakan bagi pelaku teror di Indonesia agar dibuka hati mereka bagi terang kebenaran sebab mereka telah disesatkan oleh paham tertentu dan bagi pelaku teror bom yang telah meninggal diampuni dosa-dosa mereka. Keenam, berdoa bagi aparat keamanan (Polri & TNI) agar dilindungi disaat bertugas, sehingga mereka dapat bertugas sebaik-baiknya demi keamanan dan kenyamanan seluruh warga masyarakat. Ketujuh, mendoakan bagi segenap masyarakat, terutama keluarga korban teror bom agar dilindungi dari orang yang berniat buruk, serta diberikan penghiburan dan kekuatan batin dalam menanggung penderitaan dan kesedihan yang mereka alami. Kedelapan, mendoakan bagi segenap anggota gereja semoga umat meneladan Yesus Kristus dengan mengutamakan Kasih dan pengampunan daripada amarah , dendam dan kebencian.

Pernyataan didalam doa tersebut diucapakan oleh setiap perwakilan ISKA, Pemuda Katolik, Legio Maria, OMK, St.Monika, DPP, WKRI dan Misdinar. Penyalaan lilin sebagai tanda kehadiran sang terang dalam kehidupan dan pewarta keselamatan serta menerapkan hukum kasih dalam kebhinekaan (Jelas Ketua ISKA).

Penulis : Sukardi

Anda mungkin juga berminat Berita lainnya dari penulis

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.