DPP ISKA Provinsi Kalbar Selenggarakan FGD

0 229

//Sukardi Diskominfo Kab.Sgu//

Pontianak, Dewan Pimpinan Daerah (DPP) Ikatan Sarjana Katolik Provinsi Kalbar selenggarakan Focus Group Discussion (FGD), sabtu (28/7/2018) bertempat di aula Mercure Hotel kota Pontianak dengan mengusung tema: “Merawat Kebangsaan Berbasis Pada Nilai-nilai Kearifan Lokal”.

Peserta FGD adalah para Sarjana Katolik, pengurus DPP dan DPC ISKA Kabupaten/Kota Se-Kalbar.

Adapun yang menjadi latar belakang diselenggarakan kegiatan FGD tersebut yakni menyangkut Nilai-nilai kearifan lokal Nusantara yang telah lama menjadi praktik dan pedoman hidup saat ini terasa semakin terkikis oleh zaman.

selanjutnya Nilai-nilai kearifan lokal tersebut telah terbukti menjadi perekat kehidupan sosial masyarakat Nusantara yang saling berbeda-beda namun tetap menjadi satu Nusantara Indonesia, ISKA merasa terpanggil untuk membangkitkan kembali nilai-nilai kearifan lokal tersebut ke kancah kehidupan sosial bermasyarakat dalam alam keindonesiaan di masa kini.

Oleh karena itu ISKA, melakukan kajian-kajian melalui Seminar, Penelitian dan FGD akan terus menggali, mendiskusikan dan mempublikasikan nilai-nilai kearifan lokal tersebut supaya kembali mendapat apresiasi dan tempat yang sebaik-baiknya di dalam masyarakat berbangsa dan bernegara di Negara Kesatuan Republik Indonesia yang kita cintai.

Pertemuan FGD membahas bahwa sejauh ini, terdapat praktik-praktik dari nilai-nilai kearifan lokal di Kalimantan Barat (local wisdom) misalnya : Youth Tend di Keuskupan Sanggau, Gotong-royong atau Balale ( dan nama lain sesuai daerah masing-masing), dan masih banyak lagi yang kesemuanya itu akan digali dan didaftar/inventarisir melalui kegiatan FGD.

Disamping itu, pertemuan yang cukup ulet tersebut membahas banyak hal terkait memelihara dan melestarikan nilai-nilai kearifan lokal kebangsaan Indonesia yang beraneka ragam khusus nilai-nilai kearifan lokal yang ada di Kalbar guna menguatkan ketahanan kebangsaan Indonesia.

Akhir kegiatan FGD terdapat beberapa kesimpulan bahwa salam “Adil Ka’ Talino, Bacuramin Ka’ Saruga, Basengat Ka’ Jubata” (Kanayan); “Tutuh Nya’ Tiop, Akal Nya’ Midop”(Sanggau); Serta beberapa salam atau istilah dari daerah lainnya yang ada di Kalbar diangkat kembali saat ini yang merupakan kearifan lokal sebagai falsafah hidup masyarakat dalam memelihara/merawat kesatuan bangsa, dan hasil dari FGD yang disepakati nantinya diserahkan kepada presidium pusat ISKA sebagai bahan/masukkan untuk penerbitan buku.

Penulis:  Sukardi

Anda mungkin juga berminat Berita lainnya dari penulis

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.